Riset Segara: Warga RI Lebih Pilih Pinjol Demi Dana Cepat Cair
Segara Institute merilis hasil riset terbaru mengenai sumber pembiayaan dan perilaku peminjam di Indonesia, yang dilakukan pada Juni–Juli 2025. Survei ini mencakup 20 daerah dan melibatkan 2.118 responden dari beragam usia, pekerjaan, serta tingkat pendidikan.
Mayoritas responden berusia 21–30 tahun (60,43%), berstatus belum menikah (63%), serta didominasi lulusan SMA hingga sarjana. Dari sisi pekerjaan, kelompok terbesar adalah karyawan atau buruh (28,47%), diikuti pengelola UMKM (26,11%) dan pekerja mandiri (18,56%).
Di seluruh kelompok pekerjaan, sebagian besar responden berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan (85,18%), dan pola ini selaras dengan pengeluaran responden yang juga mayoritas berada di bawah Rp 5 juta per bulan (86,68%). Executive Director Segara Institute, Piter Abdullah, menambahkan bahwa hanya 2,28% responden yang memiliki pendapatan di atas Rp 10 juta.
Baca Juga: Bahaya Pinjol: Pengertian dan Dampaknya bila Gagal Bayar – Economix
Piter menekankan masih kuatnya mismatch antara pendapatan dan kebutuhan. Menurutnya, pendapatan kecil tidak selalu berarti pengeluaran ikut menurun. Ketidakseimbangan itulah yang mendorong masyarakat mencari pinjaman.
Ketika Terdesak, Keluarga Jadi Pilihan Utama
Survei memperlihatkan bahwa saat mengalami defisit keuangan, 39,05% responden memilih meminjam kepada keluarga. Sebanyak 29,37% mengandalkan pinjaman online (pinjol), disusul pinjam ke teman 19,74%, sementara bank hanya dipilih oleh 8,45% responden.
Di provinsi dengan pusat ekonomi besar, pinjol bahkan menjadi sumber pinjaman nomor satu: Jawa Timur 50,87%, Banten 51,93%, dan DKI Jakarta 35,86%.
Piter menjelaskan bahwa masyarakat cenderung memilih pinjol karena proses pencairannya lebih cepat dan persyaratannya lebih mudah.
“Meski bunga pinjol di persepsikan tinggi, masyarakat tetap memilih pinjol dan sebagian besar menyatakan puas atas layanan pinjol. Sementara bank dan lembaga keuangan nonbank seperti Pegadaian, meskipun dipersepsikan berbunga rendah tidak menjadi pilihan utama karena dianggap memiliki persyaratan yang tidak mudah,” ujar Piter berdasarkan hasil survei tersebut.
Besaran Pinjaman dan Tenor
Jumlah pinjaman sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Rata-rata pinjaman melalui rentenir mencapai sekitar Rp 4 juta, pinjaman perusahaan Rp 7 juta, pinjol sekitar Rp 2,6 juta, sementara pinjaman bank dapat menyentuh rata-rata Rp 50 juta.
Tenor pinjaman juga berbeda-beda: bank menawarkan tenor paling panjang hingga 180 bulan, sedangkan pinjol dan rentenir memberikan tenor jauh lebih pendek.
Piter mengungkapkan temuan menarik lainnya: bunga riil pinjol bisa lebih tinggi dibanding rentenir, terutama karena masyarakat tidak mampu membedakan pinjol legal dan ilegal.
“Yang menarik adalah pinjol ada yang lebih tinggi daripada rentenir,” kata Piter.
Baca Juga: Cara Manajemen Keuangan Pribadi yang Baik dan Efektif – Economix
Secara keseluruhan, bunga riil pinjaman berada di rentang 0,02% hingga 16,7% per bulan.
Meski bunga bank dinilai lebih rendah, masyarakat tetap enggan menjadikannya pilihan utama karena pencairan lambat dan persyaratan rumit.
“Yang dicari sama masyarakat itu cepat cair mudah,” ujar Piter.
Karena itu, pinjol dan keluarga lebih diminati daripada bank, koperasi, atau pegadaian.
Riset tersebut juga menemukan bahwa isu potongan besar pada pinjaman daring tidak terbukti secara statistik. Mayoritas responden mengaku menerima pokok pinjaman sesuai dengan pengajuan.
“Kita tidak menemukannya supaya tidak mendapatkan bukti yang cukup kuat secara statistik,” ungkapnya.
Kedisiplinan Membayar Tetap Tinggi
Walaupun bunga pinjol dan rentenir dianggap tinggi, mayoritas responden tetap berusaha membayar pinjamannya. Adapun tingkat kelancaran pembayaran pada bank atau perusahaan resmi mencapai 80%.
Di sisi lain, Piter menduga tingginya disiplin pembayaran pada rentenir disebabkan adanya kedekatan sosial. Di pasar tradisional, rentenir umumnya memiliki hubungan baik dengan peminjam.
Ia menilai perilaku masyarakat dalam berutang lebih dipengaruhi kondisi darurat daripada kalkulasi biaya dan bunga. Oleh karena itu, selama pencairan dana cepat, nampaknya masyarakat akan tetap mengambil pinjaman termasuk dari pinjol dan rentenir meski bunganya tinggi.
Baca Juga: Cara Aman Hindari Galbay Pinjol dan Teror Debt Collector – Economix

[…] Riset Segara: Warga RI Lebih Pilih Pinjol Demi Dana Cepat Cair […]
[…] Baca Juga: Riset Segara: Warga RI Lebih Pilih Pinjol Demi Dana Cepat Cair – Economix […]