GOTO Siapkan Buyback Rp3,5 Triliun di Tengah Saham Stagnan
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan nilai maksimal mencapai Rp3,5 triliun di tengah pergerakan saham yang masih stagnan di level gocap.
Saham GOTO tercatat telah lebih dari satu bulan tidak bergerak dari level Rp50 per saham. Terakhir kali saham emiten teknologi tersebut diperdagangkan di atas level itu adalah pada 4 Mei 2026, ketika ditutup di Rp51 per saham.
Saat ini, kapitalisasi pasar GOTO berada di level Rp59,56 triliun atau sekitar US$3,35 miliar, jauh di bawah proyeksi valuasi pada masa awal penggabungan Gojek dan Tokopedia yang sempat diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar AS.
Baca Juga: Insentif Dapur MBG Dikaji Ulang BGN, Tak Lagi Seragam Rp 6 Juta
Sebelumnya, JPMorgan Chase memperkirakan entitas hasil merger tersebut berpotensi memiliki valuasi gabungan US$18–35 miliar. Saat IPO, GOTO bahkan sempat mencatat kapitalisasi pasar sekitar US$28 miliar dan sempat menembus sedikit di atas US$30 miliar pada masa puncaknya.
Namun, kinerja yang belum sesuai ekspektasi membuat kapitalisasi pasar perusahaan terus tergerus, termasuk setelah pelepasan mayoritas saham Tokopedia kepada anak usaha ByteDance, TikTok, dengan porsi kepemilikan non-dilusi 24,99%.
Manajemen GOTO menyampaikan bahwa rencana buyback ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 18 Juni 2026.
Jika disetujui, aksi pembelian kembali saham akan berlangsung selama 12 bulan, mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.
Dalam keterbukaan informasi, manajemen menegaskan bahwa dana buyback sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan dan bukan dari hasil penawaran umum maupun pinjaman.
Total dana yang disiapkan mencapai Rp3,5 triliun, sudah termasuk biaya transaksi dan jasa perantara perdagangan efek.
Perseroan juga membatasi jumlah saham yang dapat dibeli kembali maksimal 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor, termasuk saham tresuri yang saat ini telah dimiliki perusahaan.
Hingga 30 April 2026, GOTO tercatat memiliki 39,29 miliar saham tresuri atau setara 3,30 persen dari total modal ditempatkan dan disetor.
Manajemen menyebut aksi buyback dilakukan untuk memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal serta mengoptimalkan struktur permodalan perusahaan.
Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat membuat harga saham lebih mencerminkan nilai fundamental perusahaan.
“Melalui Pembelian Kembali Saham, Perseroan berharap performa harga saham Perseroan dapat mencerminkan nilai fundamental yang sesungguhnya dari Perseroan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (17/6/2026).
Baca Juga: Selama Libur Sekolah, Program MBG Di Stop Sementara
GOTO juga menilai buyback dapat memberikan ruang lebih besar dalam pengelolaan modal serta meningkatkan potensi imbal hasil bagi pemegang saham, dengan tetap mengacu pada ketentuan POJK 29/2023.
Untuk pelaksanaan di pasar, perusahaan menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai pelaksana pembelian saham di Bursa Efek Indonesia selama periode buyback.
Manajemen menambahkan bahwa ke depan, perseroan masih akan mengkaji metode pengalihan saham tresuri dengan mempertimbangkan kondisi pasar global dan domestik, kepentingan perusahaan, serta manfaat optimal bagi pemegang saham.
