The Fed Kembali Pangkas Suku Bunga 25 Bps, 5 Hal ini Jadi Perhatian
Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve atau The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,5 persen hingga 3,75 persen pada Rabu malam waktu setempat atau Kamis (11/12/2025) dini hari waktu Indonesia.
Keputusan ini menjadi pemangkasan ketiga sepanjang tahun 2025, setelah sebelumnya dilakukan pada September dan Oktober. Namun, para analis menyebut pengumuman kali ini penuh “intrik dan kejutan”.
Pemotongan suku bunga tahun ini dilakukan sebagai respons atas semakin jelasnya tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja, mulai dari pertumbuhan lapangan kerja yang melambat hingga meningkatnya pengangguran di kalangan anak muda dan kelompok minoritas.
Baca Juga: Kesepakatan Dagang Indonesia-AS Terancam Gagal, Kok Bisa? – Economix
Dalam pernyataannya, The Fed juga menegaskan sikap hati-hati untuk langkah ke depan, bahkan memberi isyarat bahwa ruang penurunan tambahan bisa terbatas.
Berikut lima poin penting keputusan The Fed, yang diumumkan Rabu malam waktu setempat, dikutip dari CNBC International pada Kamis (11/12/2025).
1. Sikap Lebih Hati-Hati
Meski pemotongan suku bunga terlihat agresif, The Fed menekankan kehati-hatian. Wall Street juga sudah mengantisipasi hal ini, apalagi The Fed menegaskan bahwa “standar untuk pelonggaran tambahan sangat tinggi”.
Pasar tampaknya menerima sikap ini dengan baik: saham menguat di penutupan, sementara imbal hasil obligasi pemerintah turun.
2. FOMC Terbelah
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) tidak bulat dalam keputusannya. Dari total anggota, sembilan mendukung pemotongan, sementara tiga menentang jumlah penolakan terbanyak sejak September 2019.
Gubernur Stephen Miran menginginkan pemotongan setengah poin, sedangkan Austan Goolsbee dan Jeffrey Schmid justru memilih mempertahankan suku bunga.
3. Pandangan Soal Suku Bunga ke Depan
Proyeksi pejabat The Fed hampir tidak berubah. Median menunjukkan hanya satu kali penurunan suku bunga pada 2026, dan satu lagi pada 2027, sebelum stabil di kisaran netral 3%.
Pasar umumnya menerima panduan tersebut, meski harga berjangka menunjukkan peluang sekitar 38% untuk dua kali penurunan suku bunga tahun depan.
4. Pelonggaran Terselubung
The Fed kembali membeli surat utang jangka pendek (bill), bukan obligasi, mulai Jumat. Bank sentral akan membeli bill senilai US$40 miliar sebagai bagian dari program bulanan untuk menstabilkan pasar dan menjaga suku bunga dana federal agar tetap dalam kisaran yang ditetapkan.
Beberapa pelaku pasar menilai langkah ini sebagai bentuk “pelonggaran terselubung” yang positif bagi aset berisiko.
5. Powell Tetap Optimistis
Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan optimisme terhadap prospek ekonomi. “Kita memiliki ekonomi yang luar biasa,” ujarnya.
Pejabat FOMC juga menaikkan proyeksi pertumbuhan PDB 2026 sebesar 0,5 poin persentase menjadi 2,3%. Powell sendiri akan menuntaskan masa jabatannya pada 2026.
Baca Juga: Trump Nilai Eropa Lemah dan Membusuk, Tuduh Ukraina Tak Demokratis – Economix
