Trump Klaim AS dan Iran Semakin Dekat Capai Kesepakatan Nuklir
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington dan Teheran kini berada di ambang kesepakatan besar terkait konflik dan program nuklir Iran.
Trump menyebut peluang tercapainya kesepakatan sangat besar, bahkan mengklaim Iran telah setuju menyerahkan material uranium yang diperkaya sebagai bagian dari kompromi.
“Mereka telah setuju untuk mengembalikan uranium tersebut kepada kita,” ujar Trump kepada wartawan, seperti dikutip dari AFP, Jumat (17/4/2026).
Baca Juga: Trump Sebut Pemimpin Israel dan Lebanon Siap Dialog Lagi setelah 34 tahun
Klaim kesepakatan dan perbedaan posisi AS-Iran
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran terkait klaim tersebut.
Sejumlah laporan menyebut negosiasi masih berlangsung dan belum mencapai kesepakatan final, terutama karena adanya perbedaan pandangan mengenai durasi penghentian pengayaan uranium.
Di tengah proses diplomasi, Amerika Serikat tetap memberikan tekanan kepada Iran melalui ancaman militer dan blokade ekonomi jika kesepakatan tidak tercapai.
Pemerintahan Trump menegaskan bahwa tujuan utama dari perundingan ini adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.
Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance memimpin perundingan di Islamabad, Pakistan, yang berakhir tanpa kesepakatan, meski komunikasi antara kedua negara masih terus berlanjut.
Baca Juga: Netanyahu Bocorkan Target Besar usai Sukses di Perang Iran
Dampak ke pasar energi dan peluang negosiasi lanjutan
Salah satu isu utama dalam negosiasi adalah nasib cadangan uranium yang telah diperkaya.
Amerika Serikat menginginkan penghentian jangka panjang, sementara Iran hanya menawarkan pembatasan sementara dan tetap menuntut pengakuan atas hak pengayaan untuk tujuan damai.
Iran juga disebut membuka kemungkinan untuk mengirim sebagian uranium yang diperkaya ke negara ketiga sebagai bagian dari kompromi, sambil tetap menegaskan bahwa program nuklirnya tidak ditujukan untuk senjata.
Ketegangan geopolitik ini turut berdampak pada pasar energi global, dengan harga minyak mentah Brent tercatat naik 3,24 persen ke level US$98,01 per barel.
Di sisi lain, upaya diplomasi terus dilakukan melalui mediasi Pakistan, dengan peluang digelarnya putaran negosiasi lanjutan dalam waktu dekat.
Trump bahkan membuka kemungkinan untuk hadir langsung apabila kesepakatan berhasil difinalisasi.
