Kabar Baik! Bahlil Klaim Pasokan Minyak RI Aman Hingga Akhir 2026
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa pemerintah telah memastikan ketersediaan pasokan minyak mentah untuk kebutuhan nasional hingga Desember 2026.
Kepastian ini diperoleh setelah rangkaian pertemuan bilateral antara Prabowo Subianto dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Senin (13/4/2026).
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tinggal berfokus pada peningkatan kapasitas produksi kilang dalam negeri, agar pasokan yang telah diamankan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Baca Juga : Netanyahu Bocorkan Target Selanjutnya, Setelah Klaim Sukses Perang Iran
“Untuk crude satu tahun dari mulai bulan ini sampai dengan bulan Desember insya Allah sudah aman. Jadi kita nggak perlu risau, tinggal kita meningkatkan produksi daripada kilang kita,” tuturnya saat ditemui usai Rapat Terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Negara, Kamis (16/4/2026).
Dari sisi harga, pemerintah menargetkan memperoleh harga pembelian minyak mentah yang kompetitif. Bahlil menegaskan bahwa pemerintah berupaya mendapatkan harga setidaknya setara dengan harga pasar, atau bahkan lebih rendah jika memungkinkan.
“Harga itu tetap kita akan mencari harga yang terbaik. Yang jelas kita akan mencoba untuk tidak boleh lebih daripada harga pasar. Harga di bawah pasar itu jauh lebih baik tapi minimal sama dengan harga pasar,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa sumber pasokan minyak mentah dari Rusia telah diamankan, sebagai bagian dari kerja sama energi antara kedua negara.
Kerja Sama Energi RI-Rusia Diperluas hingga Infrastruktur
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tingkat kepala negara, Bahlil juga melakukan pertemuan dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, pada Selasa (15/4/2026). Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari pembahasan strategis antara Presiden Prabowo dan Presiden Putin yang berlangsung di Kremlin sehari sebelumnya.
Menurut Bahlil, hasil dari pertemuan tersebut tidak hanya mencakup jaminan pasokan minyak mentah, tetapi juga komitmen Rusia untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur energi di Indonesia. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional, sekaligus memperkuat ketahanan energi dalam jangka panjang.
“Alhamdulillah kemarin atas arahan Bapak Presiden sudah saya bertemu dengan Menteri Energi dan Utusan Khusus daripada Presiden Putin dan kabarnya alhamdulillah cukup menggembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia dan juga dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur yang penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita,” kata Bahlil, usai rapat di Istana, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga : Trump Sebut Pimpinan Israel dan Lebanon Siap Dialog setelah 34 Tahun!
Selain pasokan minyak mentah, pemerintah juga terus melakukan komunikasi terkait peluang impor LPG dari Rusia. Saat ini, Indonesia diketahui masih mengimpor sekitar 7 juta ton LPG setiap tahun, sehingga diversifikasi sumber pasokan menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas energi nasional.
“Selain itu, kita juga melakukan komunikasi terkait dengan LPG. Kita tahu bahwa LPG kita kurang lebih sekitar 7 juta ton setiap tahun kita impor dan sekarang kita lakukan diversifikasi dan insya Allah kita juga akan mendapat support, tetapi yang ini masih butuh perjuangan masih butuh komunikasi dua atau tiga tahap, tapi kalau crude-nya saya pikir udah udah hampir final,” katanya.

[…] Kabar Baik! Bahlil Klaim Pasokan Minyak RI Aman Hingga Akhir 2026 […]