Jerman Siap Amankan Selat Hormuz, Tekankan Solusi Diplomatik
Kanselir Friedrich Merz, pada Kamis (16/4/2026), menyampaikan bahwa Jerman membuka peluang untuk ikut berperan secara militer dalam menjaga keamanan Selat Hormuz, menyusul tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Merz saat menggelar konferensi pers bersama Perdana Menteri Irlandia, Micheal Martin, usai pertemuan bilateral yang berlangsung di Berlin. Dalam kesempatan itu, Merz kembali menekankan pentingnya jalur diplomasi untuk menjaga stabilitas kawasan, sekaligus membuka ruang negosiasi lanjutan.
Baca Juga : Kabar Baik, Bahlil Klaim Pasokan Minyak RI Aman hingga Akhir 2026
“Kami sepakat bahwa tidak akan ada perdamaian abadi di kawasan ini tanpa solusi diplomatik. Ini membutuhkan kesepakatan yang layak dan kuat. Dalam konteks ini, harus jelas bahwa program nuklir militer Iran harus dihentikan. Iran tidak boleh memperoleh bom nuklir,” katanya.
Menanggapi rencana pertemuan pada Jumat (17/4/2026) di Paris, yang akan digelar bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron, serta Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, Merz menegaskan kesiapan Jerman untuk ikut menjaga keamanan jalur pelayaran internasional tersebut selama syarat hukum dan politik dapat dipenuhi.
“Pada prinsipnya, kami siap untuk berpartisipasi dalam mengamankan jalur transit. Ini membutuhkan penghentian permusuhan. Setidaknya, dibutuhkan gencatan senjata sementara,” katanya kepada wartawan.
Merz menjelaskan bahwa keterlibatan militer Jerman dalam misi pengamanan kawasan tidak dapat dilakukan secara langsung tanpa dasar hukum internasional yang jelas. Ia menyebutkan bahwa mandat resmi, idealnya dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, menjadi syarat utama sebelum langkah lanjutan diambil.
Baca Juga : BGN Sebut Pengadaan Motor Listrik Sudah Ikuti Aturan!
“Kita masih jauh dari itu,” tegas Merz.
Ia menambahkan, setelah mandat internasional diperoleh, pemerintah Jerman masih harus menyetujui partisipasi dalam misi tersebut sebelum akhirnya diajukan untuk pemungutan suara di parlemen nasional.
Merz juga menolak memberikan tanggapan terkait laporan media yang menyebutkan bahwa angkatan laut Jerman tengah menyiapkan kapal penyapu ranjau untuk kemungkinan pengerahan. Menurutnya, detail mengenai bentuk misi dan kontribusi yang mungkin diberikan Jerman akan menjadi topik pembahasan dalam pertemuan yang berlangsung di Paris.
