Bahlil Pangkas Produksi Nikel & Batu Bara 2026, Ada Apa?
Pemerintah akan memangkas target produksi nikel dan batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Bahlil mengungkapkan langkah ini bertujuan menstabilkan harga kedua komoditas melalui pengaturan pasokan dan permintaan.
“Semuanya kami pangkas. Bukan hanya nikel, batu bara pun kami pangkas,” ujar Bahlil, dikutip pada Senin (22/12/2025).
Adanya penurunan harga batu bara saat ini, Bahlil mengatakan bahwa ini terjadi karena tingginya volume perdagangan global yang mencapai sekitar 1,3 miliar ton. Sementara saat ini Indonesia telah menyuplai hampir separuhnya yaitu 500–600 juta ton. Kelebihan pasokan ini menekan harga di pasar internasional.
Baca Juga: Listrik Sumatera Padam, Pemulihan Infrastruktur Dikebut – Economix
Sehubungan dengan hal tersebut, Harga Acuan Batu Bara (HBA) tengah menunjukkan tren penurunan sejak November 2025. Penurunan ini terjadi hingga ke US$98,26 per ton. Sedangkan pada akhir 2024, tercatat berada di US$114,43 per ton.
Oleh karena itu, Pemerintah tetap berkomitmen mengontrol produksi, termasuk mengambil tindakan terhadap perusahaan yang tidak mematuhi aturan.
“Ini kami mengontrol bagi perusahaan-perusahaan yang tidak menaati aturan, ya mohon maaf. RKAB-nya juga mungkin akan dilakukan peninjauan,” tuturnya.
Keputusan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga komoditas strategis sekaligus memastikan kepatuhan industri terhadap regulasi yang berlaku.
Baca Juga: Alasan Shell Tak Kunjung Jual Bensin, ESDM Buka Suara – Economix

[…] Bahlil Pangkas Produksi Nikel & Batu Bara 2026, Ada Apa? […]
[…] Baca Juga: Bahlil Pangkas Produksi Nikel & Batu Bara 2026, Ada Apa? – Economix […]
[…] Baca Juga: Bahlil Pangkas Produksi Nikel & Batu Bara 2026, Ada Apa? – Economix […]