Meta Caplok Manus Rp33,5 T! Senjata Baru Mark Zuckerberg Libas OpenAI
Meta Platforms, induk perusahaan Facebook, WhatsApp, dan Instagram, resmi mengumumkan akuisisi terhadap Manus, perusahaan rintisan berbasis di Singapura yang mengembangkan agen kecerdasan buatan (AI) untuk berbagai tugas (general-purpose). Langkah strategis ini mempertegas ambisi besar Meta dalam memperluas investasi masif di sektor teknologi AI.
Manus merupakan startup yang awalnya didirikan di China sebelum melakukan relokasi markas utama ke Singapura pada Juni 2025 demi memperkuat ekspansi global. Sejak meluncurkan agen AI pertamanya awal tahun ini, Manus mampu menyelesaikan tugas-tugas kompleks mulai dari penelitian pasar, pengkodean, hingga analisis data.
Perusahaan ini mencatatkan kinerja finansial yang impresif dengan klaim pendapatan rata-rata tahunan melampaui US$100 juta atau sekitar Rp1,6 triliun hanya dalam delapan bulan setelah peluncuran.
Dalam pernyataan resminya pada Selasa (30/12/2025), Meta menyatakan bahwa akuisisi ini bertujuan untuk mempercepat inovasi AI bagi sektor bisnis. Meta berencana mengintegrasikan teknologi otomatisasi canggih milik Manus ke dalam produk konsumen maupun enterprise, termasuk asisten Meta AI.
Meski sudah melayani jutaan pengguna, Meta memastikan layanan berbasis langganan Manus akan tetap beroperasi tanpa gangguan.
“Manus sudah melayani kebutuhan harian jutaan pengguna dan bisnis di seluruh dunia. Kami berencana meningkatkan skala layanan ini ke lebih banyak bisnis,” kata Meta.
Terkait nilai transaksi, Meta tidak mengumumkan detail kesepakatan secara publik. Namun, laporan Wall Street Journal menyebutkan nilai akuisisi ini mencapai lebih dari US$2 miliar atau setara Rp33,5 triliun.
Angka tersebut sejalan dengan valuasi yang tengah dibidik Manus saat mencari putaran pendanaan baru sebelum didekati oleh Meta.
Manus sendiri bermula sebagai produk dari startup China, Butterfly Effect atau Monica.Im, sebelum memisahkan diri menjadi entitas mandiri. Perusahaan ini sempat menjadi sorotan karena mengklaim performa chatbot-nya mengungguli agen AI Deep Research milik OpenAI.
Sebelum pindah ke Singapura, Manus dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap hampir seluruh karyawan di Beijing pada Juli lalu.
CEO Manus, Xiao Hong, menyatakan bahwa bergabung dengan Meta akan memberikan fondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi perusahaan, namun tetap mempertahankan cara operasi dan proses pengambilan keputusan internal mereka.
Menariknya, meskipun kini di bawah naungan raksasa teknologi AS, Manus tetap menjaga hubungan erat dengan teknologi China melalui kemitraan strategis dengan tim Qwen AI milik Alibaba yang telah terjalin sejak Maret 2025.
“Bergabung dengan Meta memungkinkan kami membangun fondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan, tanpa mengubah bagaimana Manus beroperasi dan bagaimana kami mengambil keputusan,” kata Xiao Hong, CEO Manus, dalam keterangan rilis perusahaan.
Baca Juga: Danantara Resmi Akuisisi Aset Perhotelan Strategis di Makkah, Arab Saudi – Economix
