Trump Takut Tiba-tiba Dimakzulkan, Ini Peringatan Kerasnya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial dengan mengungkapkan kekhawatirannya akan potensi pemakzulan. Trump secara terbuka memperingatkan anggota DPR dari Partai Republik bahwa kegagalan memenangkan pemilu sela Kongres 2026 dapat membuka jalan bagi upaya melengserkannya dari Gedung Putih.
Peringatan tersebut disampaikan Trump dalam pertemuan tertutup bersama para legislator Partai Republik di Washington, Selasa waktu setempat. Dalam forum itu, Trump menekankan pentingnya soliditas internal partai menjelang pemilu sela yang akan digelar pada November 2026.
“Anda harus memenangkan pemilihan sela karena, jika kita tidak memenangkannya, mereka akan menemukan alasan untuk memakzulkan saya,” ungkap Trump di hadapan para anggota parlemen, dikutip dari Reuters, Rabu (7/1/2026).
Baca Juga: Raksasa Minyak AS Tak Mau Masuk ke Venezuela, Sebut Trump Utamakan Retorika
Ia bahkan menegaskan, “Saya akan dimakzulkan,” jika Partai Republik kehilangan kendali atas Kongres.
Meski pemilu sela masih hampir dua tahun lagi, Trump sejak awal masa jabatan keduanya sudah berupaya menekan partainya agar bersatu dan mengesampingkan perbedaan internal. Ia mendorong Partai Republik lebih agresif memasarkan agenda kebijakan mereka kepada publik, terutama di tengah meningkatnya kekecewaan pemilih terhadap tingginya biaya hidup.
Trump menyoroti sejumlah isu yang menurutnya perlu diangkat secara konsisten, mulai dari persoalan gender, sistem perawatan kesehatan, hingga integritas pemilu. Ia juga menyinggung anggapan umum dalam politik AS bahwa partai presiden petahana hampir selalu kehilangan kursi dalam pemilu sela.
“Mereka selalu mengatakan ketika Anda menang pemilihan presiden, Anda akan kalah di pemilu sela,” ujar Trump. Ia mengaku ingin memahami lebih dalam dinamika opini publik yang berkembang menjelang kontestasi politik tersebut.
Baca Juga: Venezuela dan AS Jajaki Pembukaan Kembali Ekspor Minyak Mentah Diam-diam
Di sisi lain, tekanan publik terhadap pemerintahan Trump untuk lebih fokus pada persoalan domestik terus meningkat. Inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi sorotan utama. Namun, Trump kembali menyalahkan Partai Demokrat atas situasi tersebut dan meminta Partai Republik memanfaatkan sentimen positif dari penguatan pasar saham AS sebagai modal politik.
Pertemuan para legislator Partai Republik itu digelar di John F. Kennedy Center for the Performing Arts, sebuah lokasi yang juga memicu kontroversi tersendiri. Trump sebelumnya membersihkan dewan pengawas pusat seni tersebut dari pejabat yang ditunjuk Partai Demokrat. Pada Desember lalu, dewan yang tersisa bahkan menyetujui penambahan nama Trump dalam penamaan pusat seni tersebut.
Dalam pidato berdurasi sekitar 84 menit, Trump turut mengulang sejumlah klaim yang menuai perdebatan, termasuk soal tingkat kriminalitas di Washington, DC. Data kepolisian setempat menunjukkan masih terjadi kasus pembunuhan, dengan total 127 kasus sepanjang 2025.
Seluruh kursi DPR AS dan sepertiga kursi Senat akan diperebutkan dalam pemilu sela 2026. Secara historis, presiden petahana hampir selalu kehilangan kursi di DPR. Meski demikian, Trump tetap optimistis dan memprediksi Partai Republik akan meraih “kemenangan epik”, meski ia mengeluhkan adanya anggota partai yang dinilainya kurang patuh.
Trump sendiri bukan sosok asing dengan isu pemakzulan. Pada periode jabatan 2017–2021, ia dua kali dimakzulkan oleh DPR yang dikuasai Partai Demokrat, masing-masing terkait kebijakan Ukraina dan peristiwa kerusuhan 6 Januari 2021. Dalam kedua kasus tersebut, Senat akhirnya membebaskannya. Kini, dengan munculnya kembali pasal pemakzulan baru dari Partai Demokrat, kekhawatiran Trump kembali mencuat ke permukaan.
Baca Juga: Mulai 1 Februari 2026, Arab Saudi Buka Pasar Modal untuk Semua Investor Asing
