China Peringatkan AS Usai Donald Trump Tekan Iran dan Sekutu
Ketegangan geopolitik global kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman tarif impor sebesar 25 persen kepada negara mana pun yang masih menjalin perdagangan dengan Iran. Kebijakan ini diumumkan Trump sebagai respons atas tindakan keras pemerintah Iran dalam menumpas gelombang demonstrasi anti-pemerintah yang telah menelan ribuan korban jiwa.
Ancaman tersebut tidak hanya menargetkan Iran, tetapi juga negara-negara mitra dagangnya, sehingga memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik ekonomi internasional. Salah satu pihak yang paling vokal merespons kebijakan ini adalah China, yang selama ini dikenal sebagai mitra dagang utama Teheran.
Baca Juga: RUU Diajukan Senator AS untuk Gagalkan Ambisi Trump Ambil Greenland
China Peringatkan AS soal Risiko Perang Dagang
Beijing dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap ancaman tarif yang dilontarkan Trump. Juru Bicara Kedutaan Besar China di Washington, Liu Pengyu, memperingatkan bahwa negaranya siap mengambil langkah balasan demi melindungi kepentingan nasional.
“Perang tarif dan perang dagang tidak akan menghasilkan pemenang. Paksaan dan tekanan tidak bisa menyelesaikan masalah. Proteksionisme merugikan kepentingan semua pihak,” tutur Liu Pengyu melalui unggahan di platform X, dikutip dari The Guardian, Selasa (12/1/2026).
Ia menambahkan bahwa China akan mengambil “semua langkah yang diperlukan” untuk menjaga hak dan kepentingannya apabila kebijakan tersebut benar-benar diterapkan. Peringatan ini mempertegas sikap Beijing yang selama ini konsisten menentang kebijakan ekonomi sepihak berbasis tekanan dan sanksi.
China sendiri merupakan mitra dagang terbesar Iran. Pada 2024, sekitar 77 persen ekspor minyak Iran tercatat dibeli oleh China. Selain Beijing, sejumlah negara lain seperti India, Uni Emirat Arab, Jepang, dan Korea Selatan juga berpotensi terdampak oleh ancaman tarif tersebut.
Baca Juga: PM Greenland Sebut Negaranya Memilih Denmark daripada Bergabung dengan AS
Ancaman Tarif Trump dan Dampaknya ke Dunia
Trump sebelumnya mengumumkan kebijakan tarif itu melalui unggahan di Truth Social. Ia menegaskan bahwa tarif 25 persen akan berlaku “segera” bagi negara mana pun yang tetap berbisnis dengan Iran. Berbeda dengan sanksi sebelumnya yang umumnya menyasar perusahaan atau individu tertentu, kebijakan kali ini menargetkan suatu negara secara menyeluruh.
Langkah drastis ini dipicu oleh eskalasi protes di Iran yang awalnya dipicu oleh tekanan ekonomi, sebelum berkembang menjadi tuntutan politik yang lebih luas terhadap rezim penguasa. Pemerintah Iran merespons situasi tersebut dengan memutus akses internet secara nasional dan mengerahkan aparat keamanan untuk meredam demonstrasi.
Menurut laporan Human Rights Activists in Iran yang dikutip Associated Press, jumlah korban tewas akibat penindasan demonstrasi diperkirakan mencapai sedikitnya 2.000 orang, termasuk warga sipil dan aparat pemerintah. Angka ini menambah tekanan internasional terhadap Teheran, sekaligus memperkeruh situasi global akibat ancaman sanksi lanjutan dari Washington.
Dengan China peringatkan AS secara terbuka, kebijakan tarif Trump berpotensi memicu babak baru ketegangan ekonomi global, di tengah kondisi geopolitik yang sudah rapuh akibat konflik dan rivalitas antar negara besar.
Baca Juga: Situasi Greenland Berada di Momen Menentukan, Ungkap PM Denmark

[…] China Peringatkan AS Usai Donald Trump Tekan Iran dan Sekutu […]