Dollar Hampir Rp 17.000, Purbaya: Importir Masih Aman
Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang hampir menyentuh level Rp 17.000 per dollar dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional, termasuk bagi para pelaku impor.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan rupiah yang terjadi saat ini masih berada dalam batas yang dapat dikelola oleh sistem ekonomi dan dunia usaha. Berdasarkan data Refinitiv, kurs rupiah tercatat berada di level Rp 16.975 per dolar AS atau melemah sekitar 0,24 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya.
Menurut Purbaya, tekanan nilai tukar tersebut tidak mencerminkan depresiasi yang dalam jika dilihat secara persentase dalam periode tahun berjalan. Ia menilai pelaku ekonomi sudah cukup terbiasa menghadapi volatilitas atau perubahan nilai tukar seperti ini.
Baca Juga: Anggaran Rp 153,78 T, 12 Juta Hektar Hutan Rusak Mau Ditanam Kembali
Pelemahan Rupiah Dinilai Masih Terkendali
Purbaya menjelaskan bahwa secara year to date, pelemahan rupiah terhadap dollar AS masih berada di kisaran 2 hingga 3 persen. Angka tersebut dinilainya masih relatif aman dan bisa diantisipasi oleh para importir yang selama ini bertransaksi menggunakan dollar AS, sementara penjualan dilakukan dalam mata uang rupiah.
“Karena walaupun melemahkan dilihat percentage-nya kan sedikit dibanding sebelumnya. Jadi seharusnya sistem sudah terbiasa. Jadi kalau saya lihat sih dampaknya ke ekonomi mungkin akan minimum,” terang Purbaya saat ditemui di kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Ia pun menegaskan bahwa selisih kurs sebesar itu masih dapat dikendalikan oleh pelaku usaha, termasuk importir yang bergantung pada mata uang asing dalam kegiatan bisnisnya.
“Kalau year to date berapa? 2-3% kan. Let’s say Anda importir, ada kenaikan 2-3 persen, masih bisa dikendalikan enggak? Saya pikir sih masih bisa,” kata dia.
Baca Juga: SBY Sebut Situasinya Mirip PD I dan II, Khawatir Perang Dunia III Terjadi
Fundamental Ekonomi Kuat Jadi Penopang
Lebih lanjut, Purbaya optimistis nilai tukar rupiah berpeluang kembali menguat dalam waktu dekat. Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia saat ini justru berada dalam kondisi yang solid, seiring dengan target pertumbuhan ekonomi yang terus ditingkatkan.
Menurut dia, pasar juga masih menunjukkan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia. Kondisi tersebut tercermin dari potensi masuknya kembali aliran modal asing yang melihat peluang keuntungan, baik dari capital gain maupun selisih nilai tukar.
“Jadi fondasi ekonomi baik terus sementara nilai tukar agak melemah. Mungkin sebagai orang yang takut, tapi saya pikir sih kalau dari market kelihatan sekali kan mereka percaya fondasi ekonomi kita baik dan mungkin juga makin lama akan masuk,” jelas Purbaya.
Ia menambahkan, investor dapat memperoleh keuntungan ganda dari masuknya dana ke Indonesia, baik melalui penguatan harga aset maupun keuntungan dari pergerakan nilai tukar.
Baca Juga: Ini Fakta Kilang Minyak Terbesar RI yang Diresmikan Prabowo
“Kenapa? Dia bisa dapat dari capital gain dan forex gain,” tutur dia.
Dalam kondisi tersebut, pemerintah menilai pelemahan rupiah yang mendekati Rp 17.000 per dollar AS masih belum menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi nasional maupun aktivitas impor di dalam negeri.

[…] Dollar Hampir Rp 17.000, Purbaya: Importir Masih Aman […]
[…] Dollar Hampir Rp 17.000, Purbaya: Importir Masih Aman […]