Prabowo di WEF Davos Sebut Danantara Terbuka untuk Talenta Global
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memaparkan peran strategis Badan Pelaksana Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), yang dibentuk pada awal masa pemerintahannya. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Prabowo menjelaskan bahwa Danantara dirancang sebagai instrumen pembiayaan utama untuk mendukung pembangunan dan penguatan industri masa depan Indonesia.
Baca Juga : Trump Urungkan Ancaman Tarif ke Eropa, Isu Greenland Reda?
Ia menjelaskan, pemerintah Indonesia berkomitmen mendorong industrialisasi nasional secara lebih terstruktur, terukur, dan berorientasi jangka panjang.
Menurut Prabowo, pengembangan industri strategis membutuhkan eksekusi yang cermat serta kepemimpinan yang kuat. Oleh karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan figur-figur terbaik untuk mengisi posisi pimpinan dan jajaran eksekutif Danantara.
Saat ini, Danantara Indonesia tercatat mengelola sebanyak 1.044 perusahaan milik negara. Kedepannya, jumlah tersebut akan disederhanakan secara bertahap hingga menjadi sekitar 300 BUMN guna meningkatkan efisiensi, daya saing, dan tata kelola perusahaan.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa pemerintah membuka peluang bagi perekrutan tenaga profesional global. Danantara diperbolehkan menunjuk ekspatriat atau warga negara asing untuk memimpin perusahaan-perusahaan di bawah pengelolaannya.
Baca Juga : Asing Berpotensi Masuk, Venezuela Siapkan Reformasi Industri Minyak
Langkah tersebut, menurut Prabowo, diambil demi memastikan bahwa Danantara dikelola oleh individu-individu dengan kapasitas dan pemikiran terbaik di tingkat dunia.
