Pasar Modal Dipantau Ketat Prabowo, Ada Apa?
Adik Presiden Prabowo sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menegaskan pemerintah akan mengawasi secara ketat pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) guna menjaga kredibilitas dan integritas pasar keuangan Indonesia.
Pernyataan itu disampaikannya dalam ASEAN Climate Forum yang digelar di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026), di hadapan Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dan Pjs Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Hasan Fawzi.
Baca Juga: Bahlil Sebut Izin Tambang Emas Agincourt Belum Dicabut
Menurut dia, pasar dengan integritas tinggi hanya dapat terwujud jika dilandasi oleh kepercayaan dan kredibilitas secara umum.
“Pasar dengan integritas tinggi hanya bisa terwujud jika ada kepercayaan dan kredibilitas di pasar secara umum. Jadi saya tujukan ini kepada Anda, Pak Jeffrey, dan Anda, Pak Hasan, pemerintah akan mengawasi dengan sangat ketat. Dan saya serius,” ujar Hashim.
Ia menekankan bahwa pengawasan akan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan perlindungan terhadap investor, terutama setelah adanya gejolak pasar yang menimbulkan kerugian.
“Jadi beliau akan mengawasi, dengan pengawasan yang sangat ketat. Semuanya akan diteliti, dan akan ada banyak pemantauan, untuk memastikan para investor… Karena ketika mengatakan, aku investor saham, akan ada banyak orang yang menjadi korban dari apa yang terjadi pekan lalu,” lanjut dia.
Ia juga menyoroti adanya perusahaan dengan rasio price to earnings (PE) yang dinilai tidak masuk akal, bahkan mencapai ratusan hingga ribuan kali. Ia menilai kondisi tersebut menjadi sinyal adanya persoalan serius di pasar modal.
“Ada sesuatu yang salah, jadi harapan saya dan harapan Presiden Prabowo serta harapan pemerintah adalah agar Anda (sebagai regulator dan SRO) tetap mengawasi. Dan ketika Anda melihat semua anomali yang konyol ini, ini adalah red flag,” tegas dia.
Baca Juga: Rapat Perdana hingga Teken Tarif Trump, Prabowo Siap Terbang ke AS
Hashim menambahkan, pemerintah bertekad menjaga kredibilitas pasar sekaligus kehormatan Republik Indonesia. Bagi Presiden Prabowo Subianto, kata Hashim, kehormatan negara merupakan hal yang sangat penting sehingga pengawasan terhadap otoritas pasar akan dilakukan secara sangat ketat.
Menanggapi hal tersebut, Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan pihaknya menyambut baik perhatian dan dukungan pemerintah. Ia memastikan akan segera menindaklanjuti arahan tersebut.
“Kami tentu sangat senang mendapatkan perhatian dan mendapatkan dukungan. Tadi Pak Hashim menyampaikan kami yang baru-baru menjabat ini agar dapat melakukan itu segera. Dan itu akan kami lakukan,” tutur Jeffrey.

[…] Pasar Modal Dipantau Ketat Prabowo, Ada Apa? […]