Prabowo Sebut MBG Jadi Solusi Atasi Kesenjangan Orang Kaya & Miskin
Dalam peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan serta Groundbreaking 107 SPPG Polri di SPPG Polri, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak nyata terhadap penurunan kesenjangan ekonomi. Hal tersebut tercermin dari menurunnya rasio ketimpangan(gini ratio) di sejumlah daerah.
“Saya mendapat laporan dari beberapa kabupaten, kepala daerah sekarang yakin manfaat dari MBG karena mengurangi kesenjangan antara yang kaya dan miskin. itu diukur dari gini rasio, gini rasio berkurang,” kata Prabowo.
Baca Juga : Purbaya Sebut Masyarakat Jangan Protes Terkait MBG
Selain menekan ketimpangan, program MBG juga disebut mendorong penciptaan lapangan kerja. Setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mampu menyerap sekitar 50 tenaga kerja yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap.
“Lapangan kerja dibentuk. Satu dapur, satu SPPG, 50 orang bekerja. Yang tadinya tidak punya penghasilan, sekarang bekerja. Mereka bisa bantu suami, bisa bantu anaknya,” katanya.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) melaporkan adanya peningkatan signifikan konsumsi rumah tangga pada Januari lalu. Menurutnya, lonjakan tersebut diduga berkaitan dengan pelaksanaan program MBG.
“Saya ketemu pengusaha-pengusaha APINDO, mereka lapor, sudah lama sekali belum pernah konsumsi rumah tangga di Indonesia naik sangat tinggi di bulan Januari. Dan menurut mereka ini karena MBG,” ungkap Prabowo.
Dari sisi hulu, program ini turut menggerakkan sektor pertanian dan peternakan rakyat. Setiap dapur SPPG membutuhkan pasokan bahan pangan seperti sayur, telur, ayam, dan daging setiap hari. Kebutuhan ini menciptakan permintaan tetap yang menyerap produksi petani dan peternak kecil.
Prabowo menyebut para petani kini memiliki kepastian pasar karena hasil panen mereka langsung terserap, bahkan dalam beberapa kasus sudah dibeli sejak masih berada di lahan.
“Dulu mereka panen tidak tahu siapa yang beli. Sekarang dijamin produksi mereka diserap. Bahkan sekarang, di ladangnya sudah dibeli,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan program, Prabowo juga menyampaikan klaim tingkat keberhasilan MBG. Dari total 4,5 miliar porsi makanan yang dibagikan, tercatat sekitar 28 ribu penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan.
“Laporan sampai hari ini kurang lebih 28 ribu penerima manfaat yang mengalami gangguan dikatakan keracunan, sakit perut dan sebagainya, 28 ribu dari 4,5 miliar,” kata Prabowo.
Baca Juga : Abaikan Netanyahu, Trump Tetap Utamakan Jalur Diplomasi dengan Iran
Menurut Prabowo, jumlah penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan tersebut setara dengan 0,0006% dari total 4,5 miliar porsi makanan yang telah dibagikan.
Dengan demikian, sekitar 99,994% porsi yang disalurkan dinilai tidak menimbulkan masalah. Ia menilai secara statistik capaian tersebut menunjukkan tingkat keberhasilan program yang sangat tinggi, seraya menegaskan bahwa dalam setiap program berskala besar hampir tidak mungkin mencapai hasil yang benar-benar sempurna 100%.

[…] Baca Juga : Prabowo Klaim MBG Mengatasi Kesenjangan Sosial […]