Luhut: Manfaat Belanja Pangan MBG Belum Banyak Mengalir
Perputaran belanja pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan mencapai lebih dari Rp 120 triliun per tahun dan berpotensi menyerap sekitar 1,2 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.
Namun, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai manfaat ekonomi dari program tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh pelaku usaha di tingkat bawah.
Baca Juga: B50 Resmi Meluncur 1 Juli, Ini Harga BBM Terbarunya
Hal itu disampaikan Luhut setelah jajaran DEN melakukan kajian terhadap pelaksanaan program MBG di 800 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.
Hasil kajian tersebut kemudian disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pertemuan bersama Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, pada 24 Juni 2026.
Menurut Luhut, dampak ekonomi program MBG mulai terlihat di sejumlah daerah melalui meningkatnya aktivitas ekonomi yang terkait dengan penyediaan kebutuhan pangan.
“Multiplier-effect nya mulai terlihat nyata di daerah. Namun, kami juga harus mengakui fakta bahwa manfaat ekonomi yang besar ini belum sepenuhnya mengalir ke bawah. Banyak petani, peternak, nelayan, koperasi, dan UMKM lokal yang belum mampu terhubung secara optimal ke dalam rantai pasok,” ujar Luhut melalui unggahan di akun Instagram @luhut.pandjaitan, dikutip Senin (29/6/2026).
Luhut mengatakan tantangan utama program MBG saat ini bukan hanya terkait operasional dapur atau fasilitas penyedia makanan.
Menurut dia, persoalan yang lebih besar berada pada aspek ketahanan rantai pasok, ketersediaan komoditas pangan, kapasitas pemasok skala kecil, hingga tata kelola kemitraan yang belum berjalan optimal.
“Dan saya kira persoalan ini tidak bisa diselesaikan oleh SPPG sendiri. Dibutuhkan kerja terintegrasi antara lintas kementerian, pemerintah daerah, lembaga pengawasan, perbankan, koperasi, dan pelaku usaha agar manfaat program ini bisa semakin luas dirasakan masyarakat,” papar Luhut.
Baca Juga: Anggaran MBG Dipangkas Lagi. Purbaya Sebut Bisa di Bawah Rp268 T
Ia menegaskan bahwa kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar petani, peternak, nelayan, koperasi, serta UMKM lokal dapat lebih terlibat dalam rantai pasok program MBG.
Luhut juga menyatakan DEN siap bekerja sama dengan BGN untuk merumuskan langkah-langkah strategis yang diperlukan guna memperkuat ekosistem rantai pasok dan memperluas manfaat ekonomi program tersebut bagi masyarakat.
