RI-Arab Saudi bakal Satukan Standar Label Halal di Seluruh Dunia
Aliansi Global Halal Mark menjadi inisiatif terbaru yang diluncurkan Saudi Halal Center setelah penandatanganan dua kesepakatan strategis dengan Indonesia dan Thailand. Dengan bergabungnya kedua negara tersebut, aliansi ini kini resmi beranggotakan empat negara.
CEO Saudi Halal Center, Abdulaziz Al-Rushodi, memperkirakan jumlah partisipan akan terus bertambah hingga mencapai 10 negara pada akhir tahun ini. Proyeksi tersebut ia sampaikan dalam ajang Makkah Halal Forum.
“Inisiatif ini bertujuan untuk menyatukan label Halal di seluruh dunia dan mencapai standar keandalan tertinggi di sektor tersebut,” ujar Abdulaziz Al-Rushodi kepada Al-Eqtisadiah sebagaimana dikutip dari Arab News Selasa (17/2/2026).
Baca Juga : Trump Sebut Pergantian Rezim di Iran adalah Pilihan Terbaik!
Selain peluncuran aliansi, forum tersebut juga mengumumkan pendirian Halal Academy yang bekerja sama dengan Universitas Islam Madinah. Akademi ini diproyeksikan menjadi rujukan ilmiah global dalam pengembangan kompetensi serta penguatan ekosistem halal secara menyeluruh.
Abdulaziz juga mengungkapkan rencana peluncuran Global Halal Hub, yakni sistem digital terintegrasi yang dirancang untuk menyatukan sertifikasi halal sekaligus mempermudah prosedur perdagangan lintas negara.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap industri dalam negeri, Saudi Halal Center menandatangani nota kesepahaman dengan asosiasi produsen makanan yang menaungi ribuan pabrik nasional. Kerja sama ini ditujukan untuk memberdayakan produk Arab Saudi serta mempersiapkannya menembus pasar negara-negara Islam melalui label halal.
“Kemitraan ini berupaya mendorong produsen lokal untuk mengadopsi label tersebut sebagai standar inti bagi produk mereka, membuka prospek pemasaran global yang luas, dan memperkuat keberadaan produk Arab Saudi di pasar internasional,” kata Al-Rushodi menambahkan.
Saudi Halal Center sendiri didirikan pada 2018 di bawah naungan Saudi Food and Drug Authority (SFDA). Lembaga ini bertugas menerbitkan sertifikat halal setelah memastikan kepatuhan terhadap prinsip syariah dan standar teknis guna menjamin keandalan produk di pasar domestik maupun internasional.
Lembaga tersebut juga memberikan hak penggunaan merek dagang berupa logo halal yang dicantumkan pada produk sebagai tanda telah melalui proses pengawasan dan audit sesuai ketentuan hukum Islam.
Sekretaris Jenderal Kamar Dagang dan Pembangunan Islam, Yousef Khalawi, menyebut nilai pasar halal global pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar US$7 triliun. Arab Saudi tercatat sebagai investor terbesar di sektor ini dengan nilai investasi 5,5 miliar riyal (Rp23,1 triliun).
“Ukuran pasar halal diperkirakan akan mencapai US$ 10 triliun pada tahun 2030, di tengah percepatan pertumbuhan permintaan konsumen global dan perluasan investasi dalam rantai nilai yang terkait dengan industri halal,” ungkap Yousef Khalawi.
Baca Juga : Dubes AS Sebut China Kunci Perang Rusia-Ukraina Mereda
Data menunjukkan Arab Saudi menempati peringkat pertama secara global dalam investasi sektor halal dengan total 5,5 miliar riyal. Posisi kedua ditempati oleh Malaysia dengan investasi 4,7 miliar riyal yang ditopang ekosistem standar halal yang mapan.
Kuwait berada di posisi ketiga dengan investasi 4,1 miliar riyal, disusul Uni Emirat Arab di peringkat keempat sebesar 3,7 miliar riyal pada sektor makanan, pariwisata, dan produk konsumen. Indonesia menempati posisi kelima dengan estimasi investasi 1,5 miliar riyal.

[…] RI-Arab Saudi bakal Satukan Standar Label Halal di Seluruh Dunia […]