Demi Tarif Dagang, RI Siap Impor Minyak Senilai US$ 15 Miliar
Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat pada Selasa (17/2/2026). Dalam kunjungan itu, Prabowo didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Lawatan ini difokuskan pada pembahasan kerja sama strategis di berbagai sektor ekonomi melalui sejumlah perundingan dan perjanjian dagang. Salah satu agenda utama adalah kerja sama minyak dan gas bumi (migas) antara Indonesia dan Amerika Serikat.
“Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah aktif diplomasi langsung Presiden Prabowo untuk meningkatkan rantai ekonomi serta produktivitas industri dalam negeri,” tulis @sekretariat.kabinet dalam Instagram resminya, dikutip Rabu (18/2/2026).
Baca Juga: Studi Sebut MBG jadi Kunci Investasi Masa Depan Pendidikan
Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan salah satu komitmen dalam pembicaraan dagang tersebut adalah rencana pembelian produk energi dari Amerika Serikat dengan nilai mencapai 15 miliar dollar AS.
“Tadi itu juga dibahas, salah satu yang menjadi komitmen pembicaraan kita untuk trade dengan pihak Amerika itu adalah, kita akan membeli BBM sebesar US$ 15 miliar. Itu dari LPG, kemudian dari crude-nya (Crude Oil), kemudian dari BBM-nya, minyak jadinya, dan itu masuk dalam pembicaraan,” kata Bahlil usai Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara, Rabu (11/2/2026).
Menurut Bahlil, kesepakatan tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan lebih lanjut saat Presiden berada di Amerika Serikat. Selain sektor migas, kerja sama bilateral di bidang pertambangan juga akan dibicarakan, meski ia belum merinci lebih jauh.
“Kita equal treatment aja. Katakanlah biarkan kalau mereka ingin investasi di Indonesia dengan kritikal mineral ataupun termasuk dengan nikel, kita terbuka aja. Kan negara kita negara bebas aktif,” kata Bahlil.
“Karena itu kita menyumbangkan equal treatment kepada semua negara, termasuk AS. Dan kalau mereka Insya Allah berminat, kita juga harus memberikan juga sama dengan yang lain,” tambah dia.
Baca Juga: Prabowo Siap Bahas Tarif dengan Trump saat Tiba di AS
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa dalam rangkaian kunjungan tersebut, Presiden juga dijadwalkan menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
“Disampaikan bahwa Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19 (Februari), dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (11/2/2026).

[…] Demi Tarif Dagang, RI Siap Impor Minyak Senilai US$ 15 Miliar […]