Prabowo-MBZ Bertemu, UEA Siap Tambah Investasi di RI?
Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, Kamis (26/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas upaya peningkatan investasi serta penguatan kemitraan strategis kedua negara.
Pertemuan itu turut dihadiri Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar RI untuk PEA Judha Nugraha, serta Direktur Utama PT Pindad (Persero) Sigit P. Santosa.
Baca Juga: Trump Umumkan Tarif 15 Persen, Nasib RI Bagaimana?
Sementara itu, Presiden MBZ didampingi Wakil Ketua Mahkamah Kepresidenan Hamdan bin Mohamed Al Nahyan, Penasehat Mahkamah Kepresidenan Mohamed bin Hamad Al Nahyan, Penasihat Urusan Strategis Ahmed Al Mazrouei, Menteri Energi dan Infrastruktur Suhail Al Mazrouei, serta Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Salem Al Dhaheri.
Rangkaian agenda diawali dengan pertemuan bilateral yang kemudian dilanjutkan dengan iftar bersama.
Setelah itu, dialog berlanjut dalam pertemuan yang diperluas (expanded meeting) guna membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penguatan kerja sama di bidang energi, investasi, hingga kemitraan ekonomi masa depan. Prabowo dan MBZ juga menggelar pertemuan empat mata.
Bahas Peningkatan Investasi dan Kemitraan Strategis
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kedua kepala negara membahas langkah konkret untuk memperdalam kemitraan strategis Indonesia dan UEA, khususnya di sektor investasi dan ekonomi.
Ia menyebut, Presiden MBZ secara langsung menyampaikan komitmen UEA untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.
“Pertemuan membahas kerja sama peningkatan investasi. Bilateral ditingkatkan. UAE ingin meningkatkan investasinya di Indonesia,” ujar Teddy.
Menurut dia, peningkatan kerja sama tersebut menjadi penanda eratnya hubungan bilateral yang selama ini terjalin antara Indonesia dan UEA.
Indonesia dipandang sebagai mitra strategis utama di kawasan Asia Tenggara, terutama dalam sektor energi, infrastruktur, serta pengembangan ekonomi masa depan.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia menyambut baik komitmen tersebut dan menegaskan kesiapan untuk terus memperkuat iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan.
Pemerintah juga berkomitmen membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi investor UEA di berbagai sektor prioritas nasional.
Teddy menambahkan, pertemuan tersebut sekaligus menegaskan arah hubungan Indonesia dan UEA menuju kemitraan strategis yang lebih komprehensif dan berorientasi jangka panjang.
Baca Juga: Rencana Strategis DIpaparkan Pejabat AS ke Kongres terkait Serang Iran
