Pejabat AS Paparkan Rencana Strategis ke Kongres terkait Serang Iran
Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Direktur CIA John Ratcliffe memberikan pengarahan tertutup kepada jajaran pimpinan legislatif Amerika Serikat, Selasa (24/2/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya desakan agar Gedung Putih menjelaskan alasan di balik pengerahan militer besar-besaran yang memicu spekulasi tentang kemungkinan serangan terhadap Iran.
Baca Juga: 8 Perjanjian Dagang Dikunci USTR AS, Indonesia Masuk Daftar
Desakan Transparansi ke Gedung Putih
Pengarahan dilakukan kepada kelompok yang dikenal sebagai Gang of Eight dan berlangsung sekitar satu jam.
Kelompok ini biasanya terdiri dari para pemimpin Partai Republik dan Demokrat di komite intelijen DPR dan Senat, serta pimpinan mayoritas dan minoritas di kedua lembaga tersebut, yang membahas isu intelijen sangat rahasia bersama cabang eksekutif.
Usai pertemuan, Senator Mark Warner dari Partai Demokrat menekankan pentingnya presiden menyampaikan secara terbuka arah kebijakan luar negeri AS.
“Adalah kewajiban Presiden untuk memaparkan apa tujuan negara kita, apa kepentingan negara kita, dan bagaimana kita akan melindungi kepentingan Amerika di kawasan tersebut,” ujar Warner kepada wartawan.
Ia juga menyindir pemerintahan saat ini yang dinilainya jarang memberikan penjelasan secara terbuka.
“Ini adalah sesuatu yang jarang dilakukan oleh pemerintahan sekarang,” sindir Warner.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa dirinya mempertimbangkan berbagai opsi serangan militer jika perundingan gagal mencapai kesepakatan, meskipun ia menegaskan lebih memilih jalur damai.
Di sisi lain, Trump disebut telah memerintahkan penumpukan militer AS terbesar di kawasan Timur Tengah sejak Perang Teluk kedua pada 2003.
Baca Juga: Kesepakatan Nuklir dengan AS Diklaim Iran “Sudah Dekat”
Bayang-bayang Defisit Informasi dan Opsi Militer
Hingga kini, Trump dan sejumlah pejabat administrasinya kerap menyampaikan pernyataan publik yang berbeda mengenai tujuan yang ingin dicapai dari kesepakatan baru dengan Teheran.
Utusan khusus presiden, Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner, dijadwalkan mengikuti putaran baru pembicaraan AS-Iran di Jenewa pada Kamis (25/2/2026).
Pemerintahan Trump sebelumnya juga sempat menuai kritik keras dari anggota Kongres karena dianggap kurang memberikan informasi sebelum mengambil tindakan militer.
Salah satu preseden yang disorot adalah ketika pasukan AS menangkap pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, pada Januari lalu.
Warner kembali menegaskan bahwa publik berhak mendapatkan kejelasan, terutama menjelang pidato kenegaraan presiden.
“Mungkin kita akan mendengarnya malam ini, namun jika tidak, kita perlu mendengarnya dalam waktu yang sangat, sangat segera,” kata Warner, merujuk pada pidato State of the Union Trump yang dijadwalkan berlangsung pukul 21.00 waktu Washington.
Secara terpisah, CIA juga merilis kembali panduan dalam bahasa Farsi pada Selasa (24/2/2026) pagi.
Langkah tersebut bertujuan memastikan warga Iran memiliki metode yang paling aman untuk menghubungi badan intelijen AS guna berbagi informasi.
Baca Juga: Iran Siapkan Rudal Supersonik China Antisipasi Konflik dengan AS

[…] Baca Juga: Terkait Serang Iran, Pejabat AS Paparkan Rencana Strategis ke Kongres […]