Mojtaba Khamenei Diduga Terluka Usai Serangan Israel-AS, Ini Kondisinya
Kabar mengenai kondisi Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menjadi perbincangan di jagat maya setelah muncul laporan yang menyebut dirinya mengalami luka parah akibat serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.
Serangan tersebut merupakan bagian dari konflik militer yang meningkat sejak akhir Februari 2026, yang juga menewaskan ayah Mojtaba, yaitu Ali Khamenei.
Isu mengenai luka serius yang dialami Mojtaba kemudian ditanggapi oleh putra Presiden Iran, Yousef Pezeshkian. Ia menegaskan bahwa kondisi Mojtaba saat ini masih aman meski situasi militer di Teheran tengah memanas.
“Saya mendengar berita bahwa Tuan Mojtaba Khamenei telah terluka. Saya telah bertanya kepada beberapa teman yang memiliki koneksi. Mereka memberitahu saya bahwa, alhamdulillah, dia dalam keadaan aman dan sehat,” terang Pezeshkian melalui unggahan di kanal Telegram resminya, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: 140 Tentara AS Terluka di Hari ke-11 Perang Iran
Keluarga Presiden Iran Bantah Mojtaba Khamenei Terluka Parah
Pernyataan dari pihak keluarga kepresidenan tersebut sekaligus membantah berbagai spekulasi yang beredar di media sosial mengenai kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei.
Pezeshkian menegaskan bahwa pemimpin Iran itu tidak berada dalam kondisi berbahaya meskipun serangan militer besar-besaran terus mengguncang Teheran dalam beberapa waktu terakhir.
Namun, pemberitaan dari media pemerintah Iran memberikan sinyal yang sedikit berbeda terkait kondisi Mojtaba.
Televisi negara Iran sempat menyebutnya sebagai “veteran perang Ramadan yang terluka”, meskipun tidak memberikan rincian mengenai jenis cedera yang dialami.
Baca Juga: Iran Sebut Operasi Militer AS “Epic Fury” Jadi “Epic Mistake”
Laporan Media Barat Sebut Mojtaba Khamenei Terluka Saat Serangan Awal
Sementara itu, sejumlah media Barat melaporkan informasi yang lebih spesifik mengenai kemungkinan cedera yang dialami Mojtaba sejak awal konflik dimulai.
Berdasarkan laporan intelijen yang dihimpun, disebutkan bahwa Mojtaba diduga terkena dampak ledakan saat mendampingi ayahnya pada hari pertama serangan udara.
“Khamenei menderita luka di kakinya pada hari pertama perang, 28 Februari, ketika ayahnya, pemimpin tertinggi Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara,” tulis laporan The New York Times.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sendiri bermula dari eskalasi panjang terkait program nuklir Teheran serta pengaruh milisi pro-Iran di kawasan Timur Tengah.
Hubungan yang sudah lama memanas akhirnya mencapai titik kritis setelah serangkaian serangan balasan di kawasan tersebut, hingga akhirnya Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi militer langsung yang menargetkan pusat komando pertahanan Iran.
Konflik yang kini berkembang menjadi perang terbuka itu dinilai berpotensi mengancam stabilitas energi global serta keamanan internasional, sementara Teheran menegaskan akan terus melawan apa yang mereka sebut sebagai agresi Barat.
Baca Juga: Salah Target, Serangan Israel Picu Kemarahan Rusia

[…] Mojtaba Khamenei Diduga Terluka Usai Serangan Israel-AS, Ini Kondisinya […]