Salah Target, Serangan Israel Picu Kemarahan Rusia
Serangan militer Israel terhadap sebuah pusat kebudayaan Rusia yang berada di Lebanon, mendapat kecaman keras dari Pemerintah Rusia. Moskow menyebut aksi tersebut sebagai “tindakan agresi tanpa provokasi”, yang menargetkan fasilitas sipil yang tidak memiliki kaitan dengan aktivitas militer.
Direktur pusat kebudayaan di kota Nabatieh, Asaad Diya, menyampaikan bahwa bangunan tersebut diserang pada Minggu waktu setempat. Ia menjelaskan bahwa gedung itu dalam keadaan kosong saat insiden terjadi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga : Iran Kirimkan Peringatan ke AS-Israel, Dunia Bisa Terdampak?
“Fasilitas ini tidak terlibat dalam aktivitas militer apa pun,” kata badan kerja sama kemanusiaan internasional Rusia, Rossotrudnichestvo, dalam pernyataannya, seperti dikutip RT, Rabu (11/3/2026).
Lembaga tersebut juga menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan mitra lokal di Lebanon, serta memberikan bantuan kepada warga sipil yang terdampak konflik.
Menurut Rossotrudnichestvo, pusat kebudayaan Rusia di Nabatieh merupakan fasilitas sipil yang dikelola bersama mitra setempat. Serangan terhadap bangunan tersebut dinilai tidak memiliki dasar yang dapat dibenarkan dan berpotensi melanggar prinsip perlindungan terhadap infrastruktur sipil.
Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya operasi militer Israel di wilayah selatan Lebanon. Pada awal bulan ini, Israel kembali melancarkan serangan udara serta operasi darat yang menargetkan kelompok militan Hezbollah.
Operasi tersebut berlangsung setelah Israel memperluas konflik regional yang juga melibatkan Amerika Serikat dalam tekanan militer terhadap Iran.
Situasi ini membuat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat.
Rossotrudnichestvo juga mengingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas kebudayaan Soviet pernah terjadi sebelumnya.
Dalam konflik Perang Yom Kippur pada tahun 1973, Israel disebut menyerang pusat kebudayaan Soviet di Damaskus, Suriah.
Serangan tersebut menewaskan seorang pengajar bahasa Rusia serta seorang staf lokal. Menurut badan Rusia itu, pesawat yang melakukan serangan akhirnya ditembak jatuh oleh pasukan Suriah dan pilotnya ditangkap.
Perang Yom Kippur sendiri merupakan konflik singkat antara Israel dan koalisi negara-negara Arab pada 1973. Meski tidak menghasilkan kemenangan yang jelas, konflik tersebut memicu embargo minyak oleh negara-negara Arab terhadap negara pendukung Israel, yang kemudian mengguncang pasar energi global.
Baca Juga : Tentara AS Banyak Menolak Perang Lawan Iran, Kenapa?

[…] Salah Target, Serangan Israel Picu Kemarahan Rusia […]