Iran Pasang Ranjau Laut di Selat Hormuz untuk Hadang AS-Israel
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangan udara terhadap armada kapal Iran yang diduga menyebarkan ranjau laut di Selat Hormuz.
Serangan tersebut dilakukan setelah intelijen AS mendeteksi kapal-kapal cepat Iran yang membawa bahan peledak berbahaya di jalur pelayaran strategis dunia.
United States Central Command (CENTCOM) bahkan merilis rekaman yang memperlihatkan jet tempur AS menghancurkan sejumlah kapal kecil Iran di bawah kegelapan malam pada Selasa.
Pentagon menyatakan operasi tersebut merupakan respons langsung terhadap dugaan upaya sabotase terhadap jalur distribusi minyak global.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengonfirmasi bahwa sejumlah kapal berhasil dilumpuhkan dalam operasi militer tersebut.
“Enam belas kapal angkatan laut telah dieliminasi,” tegas Hegseth melalui pernyataan resminya dikutip AFP, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: RI Cari Sumber Minyak Baru, Tak Lagi Bergantung ke Timur Tengah
Strategi Baru Iran
Militer Iran disebut menggunakan taktik baru dengan mengerahkan kapal-kapal kecil yang sulit dideteksi radar untuk menaruh ranjau laut di jalur navigasi utama.
Kapal cepat tersebut dilaporkan mampu membawa dua hingga tiga ranjau sekaligus yang dirancang untuk meledakkan kapal tanker minyak berukuran besar yang melintas di selat sempit itu.
Iran diperkirakan memiliki persediaan ranjau laut antara 2.000 hingga 6.000 unit, termasuk varian buatan China dan Rusia.
Langkah tersebut dinilai berpotensi mengancam aliran sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia yang setiap hari melewati Selat Hormuz.
Akibat meningkatnya ancaman tersebut, puluhan kapal tanker dari berbagai negara seperti Eropa, China, India, hingga Jepang dilaporkan berhenti beroperasi sementara.
Kapal-kapal tersebut kini membuang jangkar di perairan sekitar Dubai dan wilayah pesisir Oman.
Pentagon pun tengah mempertimbangkan kemungkinan pengerahan pengawalan militer bagi kapal-kapal komersial yang melintasi jalur tersebut.
Baca Juga: Prabowo Minta Danantara Setor Rp800 Triliun Tiap Tahun
Ultimatum Keras Trump dan Respons Iran
Presiden AS Donald Trump juga memberikan peringatan keras kepada Iran terkait dugaan pemasangan ranjau di Selat Hormuz.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengancam akan memberikan respons militer besar jika ranjau tersebut tidak segera disingkirkan.
“Jika karena alasan apa pun ranjau ditempatkan, dan tidak segera disingkirkan, konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya,” ungkap Trump
Meski demikian, ia mengatakan pemerintah AS masih memantau keakuratan informasi intelijen yang diperoleh dari lapangan.
Ia juga memberi peluang bagi Iran untuk menarik langkahnya sebelum konflik semakin meluas.
“Jika, di sisi lain, mereka menyingkirkan apa yang mungkin telah ditempatkan, itu akan menjadi langkah raksasa ke arah yang benar!” tambahnya.
Sementara itu, pejabat tinggi Iran justru menanggapi ancaman tersebut dengan sikap tegas.
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani menegaskan bahwa negaranya tidak akan mundur dari strategi pertahanan yang telah dijalankan.
“Iran tidak takut dengan ancaman kertas Anda. Selat Hormuz akan menjadi selat perdamaian dan kemakmuran bagi semua orang atau akan menjadi selat kekalahan dan penderitaan bagi para penghangat perang,” balas Larijani.
Baca Juga: Mojtaba Khamenei Diduga Terluka Usai Serangan Israel-AS, Ini Kondisinya

[…] Baca Juga: Ranjau Laut Dipasang Iran di Selat Hormuz untuk Hadang AS-Israel […]