Prabowo Pilih Anggaran untuk Makan Rakyat Ketimbang Dikorupsi
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu prioritas utama pemerintah, meski menghadapi kritik dan tantangan fiskal.
Program tersebut dinilai sebagai bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, sekaligus bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia.
Baca Juga: Ini Prediksi Bos BI soal Ekonomi Dunia Imbas Perang AS-Iran
MBG Jadi Prioritas, Dorong Kesejahteraan dan Lapangan Kerja
Prabowo menegaskan bahwa program MBG akan terus dijalankan karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” ujar Prabowo.
Ia menyoroti kondisi anak-anak yang mengalami stunting sebagai alasan utama program tersebut dipertahankan.
“Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat. Saya kampanye sekian kali, saya di desa-desa, saya lihat. Umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun. Saya aku yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada,” terang dia..
Selain dampak sosial, Prabowo menyebut program ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.
“MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja,” tutur dia.
Baca Juga: Prabowo Ambil Jalan Lain untuk Hemat, MBG Lanjut Terus
Ia menambahkan, setiap dapur akan melibatkan vendor pemasok bahan pangan yang turut membuka peluang kerja tambahan.
“Tiap dapur menciptakan vendor-vendor supplier antara 5-10 vendor tiap dapur… tiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 petani. Jadi itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja,” kata Prabowo.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala dalam pelaksanaan di lapangan.
“Ada seribu, lebih seribu (dapur) yang sudah kita tutup,” tambahnya.
Prabowo juga menegaskan bahwa pembiayaan program ini tidak berasal dari utang baru, melainkan dari efisiensi anggaran.
“Uang kita ada. Tinggal kita organisir, kita kurangi kebocoran,” tegas dia.
Menurut dia, program ini menjadi bagian dari upaya agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
“Rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan daripada ekonomi kita,” pungkasnya.

[…] Prabowo Pilih Anggaran untuk Makan Rakyat Ketimbang Dikorupsi […]