Update Perang Timur Tengah, Isu Kekalahan Trump hingga Arah Baru Teheran
Konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki fase baru, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan optimisme terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan damai.
Trump menyebut pembicaraan dengan pihak Iran berjalan dengan baik, meskipun pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Teheran. Klaim adanya potensi penghentian konflik sementara membuat sejumlah negara di kawasan Teluk merasa sedikit lega.
Sebelumnya, Trump sempat mengeluarkan ancaman untuk menyerang fasilitas listrik Iran jika jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.
Baca Juga : Negara Teluk Diisukan Gabung AS, Bersiap Lawan Iran?
Dilansir dari CNBC Indonesia, Selasa (24/3/2026), berikut perkembangan terbaru perang antara AS-Israel lawan Iran.
Apakah Trump Mundur dari Ancaman Serangan?
Sejumlah pengamat menilai langkah Trump menunda serangan dapat diartikan sebagai bentuk kompromi awal. Keputusan tersebut dinilai sebagai upaya untuk menghindari eskalasi yang lebih luas.
Menurut analis keamanan dan mantan pakar intelijen Israel tentang Iran, Danny Citrinowicz, keputusan itu menunjukkan kalkulasi strategis dari Washington.
“Trump mengalah lebih dulu — karena pemahaman yang jelas bahwa menyerang infrastruktur energi Iran akan memicu pembalasan langsung dan signifikan,” tulis Danny Citrinowicz, seorang analis keamanan dan mantan pakar intelijen Israel tentang Iran, di X.
Trump Hubungi Netanyahu Pasca Pengumuman Gencatan Sementara
Presiden Trump dilaporkan melakukan komunikasi langsung dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, setelah mengumumkan adanya jeda serangan sementara terhadap Iran.
Dalam pembicaraan tersebut, Trump memastikan bahwa kepentingan keamanan Israel tetap menjadi prioritas dalam setiap kemungkinan kesepakatan yang tengah dibahas.
“Presiden Trump percaya ada peluang untuk memanfaatkan pencapaian luar biasa dari militer Israel dan militer AS guna mewujudkan tujuan perang dalam sebuah kesepakatan, kesepakatan yang akan menjaga kepentingan vital kami,” kata Netanyahu dalam sebuah video usai berbicara dengan Trump, sebagaimana dilansir AFP.
Israel Masih Serang Wilayah Proxy Iran
Meski ada sinyal diplomasi, operasi militer tetap berlangsung di sejumlah wilayah yang diduga menjadi basis kelompok pro-Iran. Salah satu serangan terjadi di wilayah selatan Beirut, Lebanon.
Serangan tersebut dilakukan beberapa jam setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga setempat.
Pakistan Ikut Dorong Perdamaian
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan telah berkomunikasi langsung dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Dalam percakapan tersebut, Sharif menekankan komitmen Pakistan untuk membantu meredakan ketegangan di kawasan Teluk.
Ia menegaskan Pakistan siap memainkan “peran konstruktif dalam mendorong perdamaian”.
Sistem Pertahanan Israel Alami Kerusakan
Sistem pertahanan udara Israel dilaporkan mengalami gangguan setelah komponen pencegat serangan udara bernama David’s Sling gagal menahan dua rudal balistik Iran.
Akibatnya, rudal tersebut menghantam wilayah selatan Israel dan menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka pada akhir pekan lalu.
Sistem ini merupakan bagian penting dari jaringan pertahanan berlapis Israel yang juga mencakup sistem Iron Dome.
Israel Targetkan Pasukan Basij di Teheran
Militer Israel menyatakan telah melancarkan serangan terhadap fasilitas milik Islamic Revolutionary Guard Corps di Teheran.
Lokasi tersebut diketahui digunakan untuk mengkoordinasikan batalyon paramiliter Basij.
Serangan ini terjadi beberapa hari setelah Israel mengklaim telah menewaskan sejumlah petinggi Basij, termasuk komandan tertinggi pasukan tersebut, Gholamreza Soleimani.
Inggris Panggil Duta Besar Iran
Inggris melalui kementerian luar negerinya memanggil duta besar Iran di London, Seyed Ali Mousavi.
Langkah tersebut diambil setelah pemerintah Inggris menilai adanya aktivitas yang dianggap mengganggu stabilitas keamanan nasional.
“Pemanggilan ini menyusul penetapan dakwaan terhadap dua individu, satu warga negara Iran dan satu warga negara ganda Inggris-Iran, berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional, atas dugaan memberikan bantuan kepada badan intelijen asing,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri.
ICRC Peringatkan Dampak Besar Perang
International Committee of the Red Cross mengingatkan bahaya serius dari serangan terhadap infrastruktur vital di kawasan Timur Tengah.
Presiden ICRC, Mirjana Spoljaric, menyampaikan bahwa konflik dapat membawa dampak yang tidak dapat dipulihkan jika terus berlanjut.
“Apa yang kita saksikan dalam beberapa hari terakhir di Timur Tengah berisiko mencapai titik tanpa kembali,” peringatkan Presiden ICRC Mirjana Spoljaric dalam sebuah pernyataan.
Inggris Perkuat Pertahanan Udara di Teluk
Pemerintah Inggris di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer mengirimkan sistem pertahanan udara jarak pendek ke kawasan Teluk.
Sistem tersebut ditempatkan di beberapa negara seperti Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi.
“Kami mengerahkan sistem pertahanan udara jarak pendek ke Bahrain dengan cepat,” kata Starmer kepada komite parlemen, seraya menambahkan bahwa Inggris “melakukan hal yang sama dengan Kuwait dan Arab Saudi”.
Baca Juga : Prabowo Sebut Anggaran Lebih Baik untuk Makan Rakyat Ketimbang Dikorupsi
Blokade Hormuz Disebut Terorisme Ekonomi
Kepala perusahaan energi nasional Uni Emirat Arab, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), mengecam pembatasan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
CEO ADNOC, Sultan Ahmed Al Jaber, menyebut langkah Iran sebagai ancaman serius bagi stabilitas energi global.
“Tidak ada negara yang boleh diizinkan menyandera Hormuz,” ujar Sultan Ahmed Al Jaber dalam pernyataan virtual pada konferensi tahunan CERAWeek di Houston.
Trump Singgung Perubahan Kepemimpinan Iran
Trump kembali menyatakan bahwa komunikasi dengan pejabat Iran berjalan positif, meskipun pihak Teheran membantah adanya negosiasi resmi.
Ia menyebut bahwa pembicaraan dilakukan dengan pihak yang dianggap rasional, bukan langsung dengan pemimpin tertinggi Iran yang baru.
Trump juga menyinggung bahwa banyak pejabat tinggi Iran telah tewas selama konflik berlangsung, sehingga menurutnya terjadi perubahan struktur kepemimpinan secara otomatis.
Gangguan Pasokan Minyak Dinilai Sementara
Menteri Energi AS, Chris Wright, menyatakan bahwa gangguan pada pasokan minyak global akibat konflik dinilai tidak akan berlangsung lama.
Ia menilai lonjakan harga energi yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara dan diperkirakan akan stabil kembali seiring perkembangan situasi.
