Kapal Non-Lawan Boleh Lewat Selat Hormuz, Ini Syarat dari Iran
Iran menyatakan kapal-kapal asing tetap diizinkan melintasi Selat Hormuz selama tidak terlibat atau mendukung tindakan agresi terhadap negara tersebut.
Pernyataan ini disampaikan melalui surat resmi yang diedarkan kepada anggota Organisasi Maritim Internasional pada Selasa (24/3/2026).
Dalam surat tersebut, Iran juga menegaskan bahwa kapal dapat memperoleh akses jalur aman dengan berkoordinasi dengan otoritas terkait di Teheran.
Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada lalu lintas maritim global.
Baca Juga: Anggaran untuk Makan Rakyat Dipilih Prabowo, Ketimbang Dikorupsi!
Iran buka jalur terbatas di tengah konflik
Iran mulai menerapkan aturan baru terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz, termasuk pengenaan biaya transit bagi sebagian kapal komersial.
Langkah ini menunjukkan kontrol Iran atas salah satu jalur energi paling penting di dunia.
Perang di Timur Tengah dilaporkan hampir menghentikan aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.
Hanya sedikit kapal yang masih melintas dengan mengambil rute dekat garis pantai Iran.
Meski Mojtaba Khamenei sebelumnya menyatakan keinginan untuk menutup selat tersebut, surat terbaru ini mencerminkan posisi yang lebih fleksibel.
Kebijakan tersebut juga memperlihatkan klaim kedaulatan Iran atas jalur strategis itu di tengah konflik yang telah memasuki minggu keempat.
Baca Juga: Apa Penyebab Prabowo Tetap Pertahankan Anggaran MBG?
Dampak global: harga energi melonjak
Terhambatnya arus kapal melalui Selat Hormuz berdampak besar terhadap pasokan global.
Sekitar seperlima minyak dan gas dunia melewati jalur ini setiap hari, bersama berbagai komoditas penting lainnya.
Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan risiko kekurangan pasokan, terutama di kawasan Asia yang bergantung pada impor.
Bahkan, miliaran penduduk disebut berpotensi menghadapi penjatahan bahan bakar.
Dalam suratnya, Iran menegaskan, “kapal-kapal non-musuh, termasuk yang dimiliki atau terkait dengan negara lain, dapat, dengan syarat mereka tidak berpartisipasi atau mendukung tindakan agresi terhadap Iran dan sepenuhnya mematuhi peraturan keselamatan dan keamanan yang dinyatakan, mendapatkan manfaat dari jalur aman melalui Selat Hormuz dalam koordinasi dengan otoritas Iran yang berwenang.”
Iran juga menyatakan bahwa mereka “membatasi jalur kapal-kapal yang dimiliki atau terkait dengan para agresor dan mereka yang berpartisipasi dalam tindakan agresi mereka.”
Teheran menambahkan bahwa stabilitas penuh di Selat Hormuz hanya dapat terwujud jika ancaman militer di kawasan tersebut berakhir.

[…] Kapal Non-Lawan Boleh Lewat Selat Hormuz, Ini Syarat dari Iran […]