Iran Klaim Menang Perang, Proposal 10 Poin Jadi Kunci Negosiasi
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memberikan tanggapan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan menunda serangan militer terhadap Iran selama dua minggu. Dalam pernyataannya, pihak Iran menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk keberhasilan mereka dalam menghadapi tekanan dari AS dan Israel.
Mengutip laporan CNN dan Al Jazeera berdasarkan media pemerintah Iran pada Rabu (8/4/2026), Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengklaim telah memaksa Amerika Serikat menerima rancangan kesepakatan berisi 10 poin yang diajukan Teheran.
Baca Juga : 70% Perdagangan Lewat Laut RI Sebut Selat Hormuz Tidak Ada Apa-apanya!
Menurut pernyataan dewan tersebut, salah satu poin utama dalam rencana itu mencakup kesediaan AS untuk mencabut sanksi primer dan sekunder terhadap Iran serta menarik pasukan tempurnya dari berbagai pangkalan di kawasan.
Selain itu, Iran juga menyebut bahwa AS pada prinsipnya telah menerima program pengayaan nuklir Iran dan mengakui kendali Iran atas Selat Hormuz. Penggunaan jalur pelayaran tersebut nantinya akan dilakukan secara terbatas dan terkoordinasi dengan militer Iran.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga menghimbau masyarakatnya untuk tetap menjaga persatuan nasional di tengah situasi tersebut.
“Penting untuk menjaga persatuan nasional sepenuhnya selama periode ini dan melanjutkan perayaan kemenangan dengan penuh semangat,” kata Dewan Keamanan Iran.
Iran juga menyatakan bahwa proses negosiasi lanjutan dengan Amerika Serikat akan dimulai di Islamabad. Dalam proses tersebut, Iran menegaskan akan tetap bersikap waspada.
“Negosiasi ini akan dimulai di Islamabad dengan ketidakpercayaan penuh terhadap pihak Amerika, dan Iran akan mengalokasikan waktu dua minggu untuk negosiasi ini. Waktu ini dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua belah pihak,” ujarnya.
Meski membuka ruang dialog, Iran menegaskan kesiapan militernya untuk merespons jika terjadi pelanggaran dari pihak lawan.
“Tangan kita berada di pelatuk, dan begitu musuh melakukan kesalahan sekecil apa pun, kita akan membalasnya dengan kekuatan penuh,” katanya.
Trump Tangguhkan Serangan dengan Syarat Selat Hormuz Dibuka
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penangguhan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Keputusan tersebut diambil dengan syarat Iran bersedia membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.
“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!” pernyataan Trump yang diunggah akun X Gedung Putih.
Trump juga menyatakan optimisme bahwa kesepakatan damai antara kedua negara dapat segera tercapai dan membuka jalan menuju stabilitas jangka panjang di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga : Pandemi Corona Jadi Contoh RI Harus Swasembada Pangan
“Sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi. Hampir semua berbagai poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut diselesaikan dan dirampungkan,” jelas Trump.
Sebagai bagian dari kesepakatan sementara tersebut, Iran juga menyatakan akan membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz selama periode gencatan senjata berlangsung.
“Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

[…] Iran Klaim Menang Perang, Proposal 10 Poin Jadi Kunci Negosiasi […]