Prabowo Sedih Usai Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi MBG
Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara terkait penangkapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Dadan bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, diduga terlibat tindak pidana korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025–2026.
Ketiganya diamankan Kejagung pada Rabu (3/6/2026) setelah dilakukan penggeledahan di kantor BGN.
Sebelumnya, pemerintah telah lebih dulu mencopot ketiganya dari jabatan masing-masing. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Baca Juga : DPR Tanggapi Kritik Terkait Kunjungan Prabowo ke LN “Untuk Diplomasi”
Prabowo Akui Berat Mengganti Orang Kepercayaannya
Dalam acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Prabowo mengaku merasa sedih karena harus mengganti orang-orang yang selama ini dipercayainya untuk menjalankan program strategis nasional.
“Saya sebetulnya, hari ini, saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena, saya terpaksa mengganti orang-orang yang sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara,” katanya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin memberikan komentar lebih jauh karena proses hukum terhadap para mantan pimpinan BGN masih berjalan.
“Saya tidak mau banyak komentar. Karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu saya tidak boleh banyak komentar, seolah saya memengaruhi,” ucap Prabowo.
Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima laporan mengenai sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan program MBG sejak beberapa waktu lalu.
“Jadi memang, sudah beberapa saat saya mendapat laporan ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi penyelewengan-penyelewengan dari pimpinan,” katanya.
Menurut Prabowo, kualitas kepemimpinan sangat menentukan keberhasilan sebuah organisasi. Karena itu, dugaan penyimpangan yang melibatkan pimpinan menjadi perhatian serius pemerintah.
“Dalam setiap organisasi, pengaruh pimpinan sangat besar. Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur,” tukasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Prabowo mengaku langsung meminta sejumlah lembaga terkait untuk melakukan penelusuran dan pemeriksaan.
“Saya tanya, tolong saya mendapat laporan tentang BGN. BGN ini suatu program yang sangat-sangat penting bagi negara. Menyangkut rakyat yang sangat perlu bantuan berpihak,” bebernya.
Program MBG, kata Prabowo, merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi kemiskinan.
Baca Juga : Prabowo Sentil Mitra MBG, KPK Siap Siaga
“Semua negara yang maju, yang saya lihat, menggunakan makan untuk anak-anak sekolah untuk mengurangi kemiskinan, memperbaiki fisik dan kecerdasan penerus. Program ini sangat penting. Dan kalau berhasil akan menimbulkan kemajuan sangat besar bagi negara kita,” kata Prabowo.
Pemerintah menilai Program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak besar terhadap pembangunan nasional, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Kasus yang menjerat mantan pimpinan BGN menjadi sorotan karena menyangkut program unggulan yang menyasar jutaan masyarakat. Proses hukum terhadap Dadan Hindayana dan dua mantan wakil kepala BGN kini masih terus berlangsung di Kejaksaan Agung.
