Prabowo Sentil Mitra MBG ‘Brengsek’, KPK Siaga Awasi
Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan tegas kepada seluruh mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak menyalahgunakan program tersebut untuk kepentingan pribadi.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri 2.173 peserta yang terdiri dari Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Koordinator Regional dan Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Kepala SPPG, serta para mitra pelaksana MBG dari berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga : Media Asing Soroti Pergantian Kepala BGN, Sebut MBG Bermasalah
MBG Disebut Jadi Kunci Kemajuan Ekonomi dan SDM
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan perekonomian nasional.
Menurutnya, banyak negara maju menjadikan program makan bagi anak sekolah sebagai instrumen untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas generasi penerus.
“Semua negara yang maju, yang saya lihat, menggunakan makan untuk anak-anak sekolah untuk mengurangi kemiskinan, memperbaiki fisik dan kecerdasan penerus. Program ini sangat penting. Dan kalau berhasil akan menimbulkan suatu kemajuan sangat besar untuk ekonomi kita,” kata Prabowo.
Ia juga menilai keberhasilan program MBG akan memberi dampak besar bagi perekonomian desa karena menciptakan pasar yang stabil bagi hasil produksi petani.
“Kalau dapur-dapur berhasil, kalau program-program ini berjalan dengan benar, berarti ekonomi di desa akan hidup. Petani-petani akan meningkat penghasilannya. Dia tidak akan diganggu oleh tengkulak, dia bisa mendapat suatu jaminan produknya, hasil keringatnya bisa diserap, bisa dibeli, dan dia bisa menjalankan kehidupan lebih baik,” ujarnya.
Prabowo memperkirakan ketika program MBG mencapai target puncak dengan melayani 83 juta penerima manfaat dan didukung lebih dari 30 ribu dapur operasional, dampak ekonominya akan sangat besar.
Menurutnya, program tersebut berpotensi menciptakan sekitar 1,5 juta lapangan kerja formal dan tambahan 1,5 juta pekerjaan di sektor ekonomi pedesaan.
“3 juta lapangan kerja. Uang yang beredar di desa akan sangat besar. Jadi saudara-saudara, saya yakin dan saya percaya, program ini akan berhasil,” katanya yang disambut tepuk tangan peserta.
Di tengah optimisme tersebut, Prabowo mengingatkan bahwa Program MBG tidak boleh menjadi sarana memperkaya diri melalui praktik penyimpangan.
Ia bahkan menyebut sektor pengadaan makanan sebagai salah satu bidang yang rentan terhadap tindak korupsi.
“Masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah, tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum. Makan paling gampang dikorupsi, makan paling gampang dikorupsi,” tegasnya.
Dalam suasana yang sempat mengundang tawa peserta, Prabowo meminta para mitra MBG yang merasa bekerja dengan baik untuk mengangkat tangan.
“Angkat tangan, biar saya lihat tampang-tampang kalian. Angkat tangan yang yakin dia mitra yang baik, angkat tangan!” katanya.
Tak lama kemudian, ia melontarkan pernyataan yang menjadi sorotan.
“Saudara-saudara, kalau pun saudara mitra yang brengsek tapi tidak mau ngaku, saya beri kesempatan kembali lah ke jalan yang benar,” tegas Prabowo.
“Kembali ke jalan yang benar. Dan, kalau saudara yang cepat-cepat lapor, ngaku, Insyaallah selamat. Kalau saudara merasa saudara bisa lebih pintar dari NKRI, ya coba saja,” lanjutnya.
Prabowo Siap Perkuat KPK, BPKP, dan Kejaksaan
Sebagai bentuk keseriusan mengawasi pelaksanaan MBG, Prabowo menyatakan siap memperkuat berbagai lembaga pengawas dan penegak hukum.
Ia mempersilahkan pimpinan lembaga seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia mengajukan kebutuhan tambahan personel maupun anggaran.
“Kepala BPKP apa yang kau butuh, kalau perlu tambahan personel, berapa saja kau butuh, saya penuhi. Ketua KPK, berapa saja yang kau perlu, lapor, saya penuhi. Jaksa Agung, berapa saja yang kau perlu, saya penuhi,” tegasnya.
Menurut Prabowo, penguatan lembaga pengawasan diperlukan untuk memastikan uang negara digunakan sesuai tujuan dan tidak disalahgunakan.
Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap siapa pun yang terbukti menyalahgunakan anggaran negara.
Baca Juga : Purbaya Tinjau Kas Negara, APBN Masih Defisit! :
Ia mengaku tidak segan mengambil tindakan meski terhadap pihak yang sebelumnya pernah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah.
“Karena saya tidak mau NKRI dilecehkan, saya tidak mau pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri!” tegasnya.
Menutup pidatonya, Prabowo kembali mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam MBG agar menjalankan amanah dengan baik.
“Saya katakan, berat bagi saya. Waktu saya tanda tangan, berat. Ini orang yang saya angkat, saya kasih bintang, saya kasih pangkat. Jadi saudara-saudara, waktu saya minta mitra brengsek nggak ada yang angkat tangan, ya sudah ya. Gue udah warning loh ya,” kata Prabowo.
