Israel Serang Lebanon, Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal
Iran menyampaikan kemarahan terbuka terhadap Israel setelah serangan udara besar-besaran kembali menggempur wilayah Lebanon, meski sebelumnya telah ada kesepakatan gencatan senjata antara Teheran dan Amerika Serikat.
Pernyataan keras tersebut disampaikan Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama, Mohammed Bager Qalibaf.
“Dalam situasi seperti ini, gencatan senjata bilateral atau negosiasi adalah hal yang tidak masuk akal,” ujar Qalibaf, dilansir dari Reuters.
Ia juga menuding Amerika Serikat melanggar kesepakatan karena tetap menekan Iran terkait penghentian program nuklirnya.
Perbedaan tafsir gencatan senjata
Di sisi lain, Israel dan Amerika Serikat menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak mencakup wilayah Lebanon.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan operasi militer terhadap target di Lebanon akan terus berlangsung.
Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menilai Iran salah memahami cakupan kesepakatan tersebut.
“Saya pikir pihak Iran mengira bahwa gencatan senjata tersebut mencakup Lebanon, padahal kenyataannya tidak demikian,” tutur Vance.
Baca Juga: AS vs Iran: Siapa Pemenang Sebenarnya di Balik Gencatan?
Ketegangan memanas akibat isu nuklir
Perselisihan juga semakin tajam terkait program nuklir Iran yang menjadi salah satu pemicu konflik.
Presiden AS Donald Trump mengklaim Iran telah menyetujui penghentian pengayaan uranium dan menyerahkan stok yang dimiliki.
“Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Iran untuk menggali dan memindahkan seluruh ‘Debu’ Nuklir yang terkubur sangat dalam,” tulis Trump.
Namun, Qalibaf membantah klaim tersebut dan menegaskan Iran masih diizinkan melanjutkan aktivitas pengayaan uranium sesuai kesepakatan.
Netanyahu pun menegaskan kesiapan militer Israel untuk kembali bertempur kapan saja jika situasi memburuk.
“Israel telah meletakkan jarinya di pelatuk dan siap untuk kembali bertempur kapan saja,” tegas Netanyahu.
Di tengah ketegangan, serangan Israel di Lebanon dilaporkan menewaskan ratusan orang, termasuk di ibu kota Beirut.
Seorang warga Teheran bernama Alireza mengaku pesimistis terhadap upaya diplomasi yang tengah berlangsung.
“Israel tidak akan membiarkan diplomasi bekerja dan Trump mungkin akan mengubah pandangannya besok. Tapi setidaknya kita bisa tidur malam ini tanpa ada serangan,” kata dia.
Baca Juga: Soal Gencatan Senjata AS-Iran, Ini Respons Global
Meski demikian, Iran tetap mengklaim mampu bertahan dari tekanan militer yang dilakukan pihak lawan.
“Musuh, dalam perangnya yang tidak adil, ilegal, dan kriminal melawan bangsa Iran, telah menderita kekalahan bersejarah dan telak yang tidak dapat disangkal,” bunyi pernyataan resmi Dewan Keamanan Nasional Agung Iran.

[…] Israel Serang Lebanon, Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal […]