Dunia Buka Suara soal Gencatan Senjata AS-Iran, Ini Responnya
Sejumlah negara di dunia memberikan tanggapan beragam, setelah Amerika Serikat dan Iran secara mengejutkan menyetujui penghentian sementara konflik selama dua minggu. Kedua pihak sama-sama mengklaim keberhasilan atas kesepakatan tersebut, yang sebelumnya sempat memicu ketegangan global.
Mengutip laporan dari Agence France-Presse (AFP) pada Rabu, 8 April 2026, kesepakatan ini memunculkan harapan baru sekaligus kekhawatiran dari sejumlah pemimpin dunia. Mereka berharap stabilitas di kawasan Timur Tengah dapat segera pulih secara menyeluruh.
Korea Selatan
Pemerintah Korea Selatan menyampaikan dukungan terhadap kesepakatan gencatan senjata tersebut. Negara itu berharap langkah ini dapat membuka peluang bagi terciptanya keamanan di jalur pelayaran internasional yang sangat vital bagi perdagangan energi global.
Baca Juga : Prabowo Sebut Krisis Jadi Peluang, Pastikan Subsidi BBM
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan optimisme, bahwa proses negosiasi lanjutan antara Washington dan Teheran dapat menghasilkan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.
“Pemerintah Korea Selatan berharap negosiasi antara kedua belah pihak akan diselesaikan dengan sukses dan perdamaian serta stabilitas di Timur Tengah akan dipulihkan sejak dini,” tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.
Selain itu, pemerintah Korea Selatan menyoroti pentingnya keamanan pelayaran di Selat Hormuz, terutama bagi kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut.
“Pemerintah Korea Selatan berharap navigasi bebas dan aman bagi semua kapal, termasuk milik Korea Selatan, melalui Selat Hormuz akan segera dipastikan, dan akan terus menjalin komunikasi serta konsultasi dengan negara-negara terkait untuk tujuan ini,” tambah kementerian tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Sekretaris Jenderal United Nations (PBB), Antonio Guterres, turut menyambut pengumuman penghentian sementara konflik ini. Namun, ia mengingatkan bahwa langkah tersebut harus diikuti dengan upaya konkret untuk mewujudkan perdamaian jangka panjang.
Melalui juru bicaranya, Guterres menilai periode dua minggu yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal guna mencegah terjadinya korban lebih lanjut.
“Sekretaris Jenderal menyambut baik pengumuman gencatan senjata selama dua minggu oleh Amerika Serikat dan Iran,” ungkap juru bicara Guterres dalam sebuah pernyataan resmi.
Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional oleh seluruh pihak yang terlibat dalam konflik.
“Dia mendesak semua pihak dalam konflik saat ini di Timur Tengah untuk mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional dan mematuhi ketentuan gencatan senjata guna membuka jalan menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan tersebut,” tegas juru bicara tersebut.
Australia
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyampaikan kekhawatiran terkait potensi dampak ekonomi global apabila konflik kembali memanas setelah masa gencatan senjata berakhir.
Baca Juga : Ini 12 Fakta Terbaru Gencatan Senjata Iran-AS Selama 2 Minggu!
Pemerintah Australia menilai bahwa semakin lama konflik berlangsung, semakin besar pula risiko kerugian kemanusiaan dan tekanan terhadap stabilitas ekonomi dunia.
“Australia ingin melihat gencatan senjata ditegakkan dan resolusi atas konflik tersebut,” kata kantor Perdana Menteri Albanese dalam sebuah pernyataan.
Selain itu, Australia juga terus menekankan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat sipil yang terdampak konflik.
“Kami terus menyerukan kepada semua pihak untuk menegakkan hukum kemanusiaan internasional dan melindungi kehidupan warga sipil,” tambah pernyataan dari kantor Albanese.
Selandia Baru
Pemerintah Selandia Baru turut menilai gencatan senjata sebagai perkembangan positif. Namun Menteri Luar Negeri, Winston Peters, mengingatkan bahwa proses menuju perdamaian masih panjang.
Pemerintah negara tersebut menyatakan bahwa kesepakatan dua minggu ini hanyalah langkah awal, dan masih membutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh pihak.
“Meskipun ini adalah berita yang menyemangati, masih ada pekerjaan penting yang harus dilakukan dalam beberapa hari mendatang untuk mengamankan gencatan senjata yang langgeng,” ujar juru bicara Peters.
Pemerintah Selandia Baru juga menegaskan dukungannya terhadap berbagai upaya diplomasi internasional untuk mengakhiri konflik.
“Dalam beberapa hari dan minggu mendatang, Selandia Baru akan mendukung semua upaya untuk mewujudkan akhir yang permanen dan tahan lama bagi konflik ini,” jelas juru bicara tersebut.
Jepang
Sebagai negara dengan ketergantungan tinggi terhadap impor minyak mentah, Jepang menekankan perlunya langkah konkret untuk meredakan ketegangan di kawasan Selat Hormuz.
Pemerintah Jepang menilai keamanan jalur maritim tersebut menjadi faktor krusial bagi stabilitas pasokan energi nasional mereka.
“Hal yang paling penting adalah langkah-langkah konkret akan diambil untuk meredakan situasi, termasuk memastikan keselamatan navigasi melalui Selat Hormuz,” tegas juru bicara pemerintah Jepang Minoru Kihara.
Ia juga menegaskan bahwa jalur diplomasi harus menjadi prioritas dalam penyelesaian konflik.
“Kami berharap kesepakatan akhir akan dicapai melalui diplomasi dalam waktu dekat,” ungkap Kihara.
Irak
Pemerintah Irak menyatakan dukungannya terhadap kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran. Namun, Irak menilai diperlukan dialog yang lebih mendalam untuk menyelesaikan akar persoalan yang ada.
Melalui unggahan di platform X, Kementerian Luar Negeri Irak mendorong agar momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat kepercayaan antara kedua pihak.
Pihak kementerian menyerukan pentingnya membangun langkah lanjutan melalui dialog berkelanjutan yang mampu menyentuh akar konflik serta memperkuat rasa saling percaya di antara pihak-pihak yang terlibat.
Pakistan
Perdana Menteri Shehbaz Sharif turut mengumumkan bahwa kesepakatan gencatan senjata ini disebut mencakup berbagai wilayah konflik, termasuk Lebanon.
Baca Juga : Sering Dikritik Pergi ke Luar Negeri, Prabowo Sebut Sedang Amankan Minyak
Ia menyampaikan optimisme atas berlakunya kesepakatan tersebut secara menyeluruh di berbagai titik konflik.
“Saya senang mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu mereka, telah menyepakati gencatan senjata segera di mana-mana termasuk Lebanon dan tempat lainnya, BERLAKU SEGERA,” tulis Sharif melalui akun X miliknya.
Namun demikian, pernyataan Sharif mengenai cakupan wilayah Lebanon sempat memicu perbedaan pandangan, setelah pihak Israel menyebut bahwa gencatan senjata dua minggu tersebut tidak mencakup wilayah Lebanon.

[…] Dunia Buka Suara soal Gencatan Senjata AS-Iran, Ini Responnya […]
[…] Dunia Buka Suara soal Gencatan Senjata AS-Iran, Ini Responnya […]