Siap Buka Jalur Negosiasi, Israel Minta Senjata Hizbullah Dilucuti
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membuka peluang negosiasi langsung dengan Lebanon di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung antara Israel dan Hizbullah.
Melalui pernyataan resminya, Netanyahu menyebut telah menginstruksikan kabinet untuk segera memulai pembicaraan dengan perwakilan Lebanon.
“Mengingat permintaan berulang Lebanon untuk membuka negosiasi langsung dengan Israel, saya menginstruksikan kabinet kemarin untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon sesegera mungkin,” tulis pernyataan kantor Netanyahu.
Baca Juga: Usai Tewaskan 303 Orang, Netanyahu Dorong Israel Negosiasi dengan Lebanon
Fokus pelucutan senjata Hizbullah
Netanyahu menegaskan bahwa fokus utama dalam negosiasi tersebut adalah pelucutan senjata kelompok Hizbullah, serta membuka peluang hubungan damai antara kedua negara.
“Negosiasi akan fokus pada pelucutan senjata Hizbullah dan membangun hubungan damai antara Israel dan Lebanon. Israel menghargai seruan Perdana Menteri Lebanon hari ini untuk demiliterisasi Beirut,” lanjut pernyataan tersebut.
Media Israel melaporkan bahwa Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, akan mewakili Israel dalam proses pembicaraan tersebut.
Ketegangan tetap tinggi di tengah rencana dialog
Rencana negosiasi ini muncul sehari setelah Israel melancarkan gelombang serangan besar ke Lebanon yang menewaskan lebih dari 200 orang sejak konflik dengan Hizbullah kembali memanas pada awal Maret.
Di sisi lain, pemerintah Lebanon juga mulai mengambil langkah untuk memperkuat kontrol negara atas keamanan di ibu kota.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyatakan aparat keamanan diminta membatasi kepemilikan senjata hanya pada otoritas resmi negara.
“Tentara dan pasukan keamanan diminta untuk segera mulai memperkuat penegakan penuh otoritas negara atas Provinsi Beirut dan memonopoli senjata hanya di tangan otoritas yang sah,” ungkap Salam.
Baca Juga: Israel Tuduh Iran Tembakkan Rudal usai Gencatan Senjata Diumumkan
Sebelumnya, pemerintah Lebanon telah melarang aktivitas militer Hizbullah sejak awal Maret, meski kelompok tersebut masih terus menjalankan operasinya.
Lebanon juga diketahui telah berkomitmen untuk melucuti senjata Hizbullah sejak 2025, meskipun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

[…] Siap Buka Jalur Negosiasi, Israel Minta Senjata Hizbullah Dilucuti […]