Selat Hormuz Dibatasi 12 Kapal Per Hari oleh Iran, Tarif Tembus Rp34 Miliar
Otoritas Iran berencana memperketat lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dengan membatasi jumlah kapal yang dapat melintas maksimal hanya 12 per hari.
Kebijakan ini juga disertai wacana pengenaan biaya transit yang sangat tinggi, yang diproyeksikan mencapai hingga 2 juta dolar AS atau sekitar Rp34,2 miliar untuk setiap kapal tanker berukuran besar.
Baca Juga: AS-Israel dan Iran di Ambang Perang karena Negosiasi Gagal?
Melansir Antara, langkah tersebut mendorong para pemilik kapal dari berbagai negara melakukan negosiasi intensif dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran guna mengamankan akses pelayaran mereka.
Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa setiap kapal yang berhasil memperoleh izin wajib mengikuti rute khusus yang telah ditentukan, serta melengkapi seluruh dokumen resmi dari otoritas setempat.
Pengetatan ini terjadi di tengah dinamika konflik kawasan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (8/4) malam mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi sempat menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.
Saat itu, Iran membuka jalur tersebut selama dua minggu, sementara Amerika Serikat dan Israel menghentikan serangan terhadap Iran.
Namun, pada hari yang sama, Iran kembali menutup Selat Hormuz setelah Israel melancarkan serangan besar ke Lebanon.
Baca Juga: Negosiasi Gagal, Pakistan Tetap Desak AS-Iran Gencatan Senjata
Iran berpendapat bahwa konflik di Lebanon seharusnya termasuk dalam cakupan kesepakatan gencatan senjata.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi global, karena menjadi rute bagi sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum, dan gas alam cair dunia.

[…] Selat Hormuz Dibatasi 12 Kapal Per Hari oleh Iran, Tarif Tembus Rp34 Miliar […]
[…] Selat Hormuz Dibatasi 12 Kapal Per Hari oleh Iran, Tarif Tembus Rp34 Miliar […]