Negosiasi Gagal, AS-Israel dan Iran di Ambang Perang Lagi?
Perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan, pada Minggu (12/4/2026).
Kegagalan ini memicu kekhawatiran bahwa konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang sebelumnya ditangguhkan melalui gencatan senjata dua pekan berpotensi kembali memanas.
Baca Juga: Tegas! Hizbullah Tolak Rencana Negosiasi Israel-Lebanon
Perundingan buntu, AS dan Iran saling menyalahkan
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyebut tidak ada kemajuan signifikan selama pembicaraan berlangsung.
Ia menilai kegagalan tersebut lebih merugikan Iran dibandingkan pihaknya.
Menurut Vance, Amerika Serikat telah bernegosiasi dengan itikad baik, tetapi tidak mendapatkan komitmen jelas dari Iran terkait penghentian pengembangan senjata nuklir.
Di sisi lain, Teheran justru menyalahkan tuntutan Washington yang dianggap tidak realistis.
Media pemerintah Iran menyebut delegasi mereka telah mengajukan berbagai inisiatif, tetapi proses negosiasi terhambat oleh sikap Amerika Serikat.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menegaskan komitmen negaranya sebagai mediator.
“Pakistan telah dan akan terus memainkan perannya untuk memfasilitasi keterlibatan dan dialog antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat di hari-hari mendatang,” ungkap Ishaq Dar.
Baca Juga: Usai Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata, Washington Bela Diri
Netanyahu dan Trump klaim keunggulan militer
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim operasi militer terhadap Iran telah menghasilkan capaian besar, termasuk melemahkan program nuklir dan rudal balistik negara tersebut.
“Kampanye ini belum berakhir, tetapi sudah jelas bahwa kita telah mencapai prestasi bersejarah. Iran mencoba mengepung kita dengan cekikan, Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, rezim Assad di Suriah, milisi di Irak, Houthi di Yaman. Iran sendiri ingin mencekik kita, tetapi kita mencekik mereka. Mereka mengancam kita dengan pemusnahan dan sekarang mereka berjuang untuk bertahan hidup,” papar Netanyahu.
Senada, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya telah meraih kemenangan secara militer.
Ia juga memperingatkan bahwa dukungan China terhadap Iran dapat memperkeruh situasi global.
Di tengah ketegangan tersebut, Iran menegaskan sikap keras terkait keamanan wilayahnya, termasuk Selat Hormuz.
Iran memperingatkan bahwa setiap kapal militer asing yang memasuki kawasan tersebut akan menghadapi konsekuensi serius.

[…] Negosiasi Gagal, AS-Israel dan Iran di Ambang Perang Lagi? […]
[…] Negosiasi Gagal, AS-Israel dan Iran di Ambang Perang Lagi? […]
[…] Negosiasi Gagal, AS-Israel dan Iran di Ambang Perang Lagi? […]