Lebanon Memanas, RI dan Negara Lain Kompak Angkat Suara
Meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon memicu reaksi keras dari komunitas internasional. Sebanyak sepuluh negara, termasuk Kanada, Inggris, Australia, dan Jepang, mengeluarkan pernyataan bersama yang berisi kecaman terhadap tewasnya personel penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa serta mendesak penghentian segera aksi permusuhan di wilayah tersebut.
Kesepuluh negara yang terlibat dalam pernyataan tersebut meliputi Australia, Brasil, Kanada, Kolombia, Indonesia, Jepang, Yordania, Sierra Leone, Swiss, serta Inggris. Mereka menyampaikan kekhawatiran serius atas memburuknya kondisi kemanusiaan dan meningkatnya jumlah pengungsi akibat konflik berkepanjangan.
Bac Juga : Purbaya Jelaskan Kekuatan Ekonomi RI, Bos IMF Heran
Meski tidak secara eksplisit menyebut pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, seperti Israel maupun kelompok Hizbullah yang mendapat dukungan dari Iran, pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menjaga stabilitas kawasan.
“Australia, Brasil, Kanada, Kolombia, Indonesia, Jepang, Yordania, Sierra Leone, Swiss, dan Inggris tetap merasa sangat prihatin dengan memburuknya situasi kemanusiaan dan krisis pengungsian di Lebanon,” demikian bunyi pernyataan bersama sepuluh negara tersebut tanpa menyebut secara spesifik pihak-pihak yang bertikai, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (15/4/2026).
Tewasnya Personel PBB Picu Kecaman Internasional
Pernyataan tersebut muncul setelah insiden yang menewaskan tiga personel penjaga perdamaian asal Indonesia pada bulan sebelumnya. Hasil investigasi awal dari PBB menunjukkan bahwa salah satu korban meninggal akibat hantaman proyektil tank milik Israel, sementara dua lainnya tewas karena ledakan alat peledak rakitan yang diduga dipasang oleh Hizbullah.
Ketegangan di wilayah ini meningkat sejak Israel memperkuat serangan udara ke Lebanon, menyusul peluncuran rudal oleh Hizbullah ke wilayah Israel pada 2 Maret. Serangan tersebut terjadi tiga hari setelah pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Sejak saat itu, Israel terus memperluas operasi militer darat di Lebanon selatan serta memerintahkan ratusan ribu warga sipil untuk meninggalkan desa-desa mereka demi menghindari dampak serangan.
Korban Jiwa dan Pengungsian Terus Bertambah
Pemerintah Lebanon melaporkan bahwa serangan militer Israel telah menyebabkan lebih dari 2.000 korban jiwa dan memaksa sekitar 1,2 juta penduduk mengungsi dari tempat tinggal mereka.
Di sisi lain, serangan balasan yang dilakukan Hizbullah dengan menargetkan wilayah perbatasan utara hingga sejumlah kota besar di Israel juga menimbulkan korban. Sejak awal Maret, dua warga sipil dan 13 tentara Israel dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.
“Kami mengecam dengan sekeras-kerasnya tindakan yang telah menewaskan penjaga perdamaian PBB dan secara signifikan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh personel kemanusiaan di Lebanon selatan,” tegas sepuluh negara tersebut dalam pernyataan bersamanya.
Gencatan Senjata Rapuh Masih Membayangi Kawasan
Hingga saat ini, situasi di kawasan masih dipenuhi ketegangan meskipun telah diberlakukan gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sekitar dua pekan lalu.
Namun, kondisi Lebanon masih belum stabil karena belum adanya kesepakatan menyeluruh antara Israel dan Iran mengenai penghentian operasi militer di wilayah Lebanon.
Baca Juga : Perdamaian AS-Iran Batal Dilakukan Pekan Ini!
“Kami menyambut baik gencatan senjata yang disepakati antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kami menyerukan penghentian segera permusuhan di Lebanon,” tambah kesepuluh negara tersebut mendesak agar stabilitas segera dipulihkan sepenuhnya.
Konflik yang meluas bermula ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan serangan yang menyasar wilayah Israel serta sejumlah negara di kawasan Teluk yang menampung pangkalan militer AS.
Di tengah gencatan senjata yang diperkirakan masih menyisakan waktu sekitar satu minggu, Iran meminta agar konflik Israel di Lebanon turut dimasukkan dalam kesepakatan damai. Namun, Israel menolak usulan tersebut dan justru menuntut pemerintah Beirut untuk melucuti persenjataan Hizbullah.

[…] Lebanon Memanas, RI dan Negara Lain Kompak Angkat Suara […]