12 Update Terkini Perang AS-Iran, Negosiasi Tahap 2-Respons China
Ketegangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus berkembang dan memicu dampak luas terhadap ekonomi global hingga dinamika diplomasi internasional.
Sejumlah perkembangan terbaru muncul, mulai dari ancaman krisis pangan global, optimisme negosiasi damai, hingga respons dari berbagai negara besar seperti China.
Baca Juga: Perundingan Damai AS-Iran Batal Dilakukan Minggu Ini, Breaking News!
Krisis pangan hingga respons global
Kepala Ekonom Bank Dunia, Indermit Gill, memperingatkan konflik ini berpotensi memperburuk krisis pangan global secara signifikan.
“Ada sekitar 300 juta orang yang sudah menderita kerawanan pangan akut. Jumlah itu akan meningkat sekitar 20 persen dengan sangat cepat,” ujar Gill kepada AFP.
Di tengah ketegangan tersebut, indeks utama Wall Street justru mencatatkan rekor tertinggi, didorong optimisme investor terhadap potensi tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kesamaan sikap negaranya dengan AS dalam menghadapi Iran.
“Kami ingin melihat material yang diperkaya dikeluarkan dari Iran; kami ingin melihat penghapusan kemampuan pengayaan di Iran; dan, tentu saja, kami ingin melihat Selat Hormuz dibuka kembali,” katanya dalam pidato televisi.
Ia juga menekankan pembubaran Hizbullah sebagai prioritas utama.
“Ada dua tujuan utama: pertama, pembubaran Hizbullah; kedua, perdamaian berkelanjutan… yang dicapai melalui kekuatan,” tegasnya.
Sementara itu, China menyatakan dukungannya terhadap upaya diplomasi.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyebut negaranya mendukung “pemeliharaan momentum gencatan senjata dan perundingan perdamaian.”
Baca Juga: China Siap Balas Ancaman Tarif AS, Bantah Dukung Iran
Daftar perkembangan terbaru konflik AS-Iran
Berikut sejumlah perkembangan terbaru terkait konflik AS dan Iran:
1. Krisis Baru di Bumi
Konflik berpotensi memperparah krisis pangan global dan menekan ekonomi negara-negara rentan.
2. Wall Street Cetak Rekor
Indeks saham AS mencetak rekor tertinggi di tengah optimisme pasar terhadap negosiasi damai.
3. Netanyahu Klaim Satu Suara dengan AS soal Iran
Israel menegaskan kesamaan sikap dengan AS terkait program nuklir Iran.
4. Bubarkan Hizbullah
Israel menjadikan pembubaran Hizbullah sebagai prioritas utama dalam agenda keamanan.
5. Negosiasi AS-Iran Tahap 2 Dibahas
Gedung Putih menyebut pembicaraan lanjutan “sangat mungkin” digelar di Islamabad, Pakistan.
6. Israel Perintahkan Zona Operasi di Lebanon
Wilayah selatan Sungai Litani dijadikan zona operasi militer terhadap Hizbullah.
7. China Respons Perdamaian
China mendukung upaya diplomasi dan kelanjutan gencatan senjata.
8. AS Blokade Laut Iran
CENTCOM mengklaim menghentikan 10 kapal dalam 48 jam pertama blokade.
9. Diplomasi Intensif Pakistan
Pakistan aktif melakukan kunjungan diplomatik dan komunikasi dengan Iran.
10. 11 Negara Serukan Bantuan Darurat
Sejumlah negara mendesak IMF dan Bank Dunia memberikan dukungan darurat.
11. Inggris Menolak Terlibat Perang
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan, “Kami tidak akan terseret ke dalam perang ini. Ini bukan perang kami.”
12. Iran Teguh soal Uranium
Iran menegaskan hak pengayaan uranium tetap dipertahankan, meski terbuka untuk negosiasi.
Situasi ini menunjukkan konflik tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas global jika tidak segera menemukan jalan damai.
Baca Juga: Bank Dunia Ingatkan Risiko “Kiamat” Baru dari Konflik AS-Iran
