China Tegas Bantah Dukung Iran, Siap Balas Ancaman Tarif AS
Pemerintah China bantah tudingan dari Amerika Serikat yang menyebut Beijing memberikan dukungan militer kepada Iran. Pihak China menegaskan akan mengambil langkah balasan jika Washington memberlakukan tarif dagang tambahan berdasarkan laporan yang dinilai tidak berdasar.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyatakan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam terhadap potensi kebijakan ekonomi yang merugikan.
“Jika AS melanjutkan kenaikan tarif terhadap China berdasarkan tuduhan ini, China akan menanggapi dengan tindakan balasan,” kata Lin dalam sebuah unggahan di X, dikutip dari Wall Street Journal.
Baca Juga : 2 Negara Asia Ini Paling Terdampak Blokade AS ke Iran
Pernyataan Lin tersebut merupakan respons atas tuduhan yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait dugaan pengiriman senjata dari China ke Iran.
Pada Selasa (14/4/2026), Presiden China, Xi Jinping, juga menyampaikan pernyataan publik pertamanya mengenai konflik Iran. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional serta menjaga integritas teritorial negara-negara di kawasan Teluk.
Pertemuan antara Trump dan Xi diperkirakan akan berlangsung di Beijing pada bulan mendatang, setelah sebelumnya rencana pertemuan puncak kedua pemimpin tersebut ditunda akibat meningkatnya eskalasi konflik di Iran.
Trump Tuduh China Pasok Senjata ke Iran
Dalam wawancara dengan Fox Business pada Minggu (12/4/2026), Presiden Trump mengungkapkan bahwa ia mengetahui adanya laporan yang menuduh China memasok rudal kepada Iran. Meski demikian, ia mengaku masih meragukan kebenaran informasi tersebut.
“Saya ragu mereka akan melakukan itu, karena saya memiliki hubungan dan saya pikir mereka tidak akan melakukan itu. Tapi mungkin mereka sedikit melakukannya di awal,” kata Trump.
“Tetapi jika kita menangkap mereka melakukan itu, mereka akan dikenakan tarif 50 persen, yang merupakan jumlah yang sangat besar,” sambungnya.
Mengutip laporan CNN, tiga sumber yang mengetahui isu tersebut menyebut bahwa China diduga mempertimbangkan pengiriman sistem pertahanan udara jenis MANPAD, yaitu rudal anti-pesawat yang dapat diluncurkan dari bahu.
Baca Juga : Awal Blokade Dimulai AS sudah Cegat 8 Kapal Tanker Iran!
Sistem pertahanan tersebut dikenal sebagai ancaman signifikan bagi pesawat militer yang terbang pada ketinggian rendah, termasuk milik AS selama konflik yang telah berlangsung sekitar lima minggu terakhir.
Dua sumber lainnya menyebut adanya indikasi bahwa Beijing diduga mencoba menyamarkan asal pengiriman dengan menyalurkannya melalui negara ketiga. Sementara itu, intelijen AS juga menilai bahwa Iran kemungkinan memanfaatkan masa gencatan senjata untuk menambah kembali stok persenjataan dengan dukungan dari mitra luar negeri.

[…] China Tegas Bantah Dukung Iran, Siap Balas Ancaman Tarif AS […]