Sebut Rata-rata IQ RI 78, BGN Andalkan MBG untuk Perbaikan Generasi
Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak-anak di seluruh Indonesia.
Program ini disebut menjadi intervensi menyeluruh untuk mendukung pertumbuhan fisik dan kecerdasan generasi mendatang.
Baca Juga: BBM Non Subsisi Naik Harga, Pertamax Turbo Cs Disebut Bahlil untuk Orang Kaya
Fokus 1.000 Hari Pertama dan Usia Sekolah
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan bahwa MBG difokuskan pada dua fase krusial, yakni 1.000 hari pertama kehidupan dan usia sekolah.
“Kita harapkan dengan program ini stunting-nya bisa dicegah, karena rata-rata IQ Indonesia sekarang 78 kita dengan harapan dengan hadirnya program ini nanti 10 tahun 15 tahun ke depan yang lahir hari ini, 20 tahun kemudian akan jadi tenaga kerja produktif itu sudah tidak stunting, dan tinggi badannya naik karena kita intervensi dari sekarang,” terang Dadan.
Ia menyebut, program ini berangkat dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pertumbuhan penduduk yang tinggi, yang perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM.
“Program ini sebetulnya berawal dari kegelisahan Presiden, karena Indonesia masih tumbuh 6 orang per menit, tiga juta per tahun dan masih akan tumbuh mencapai 324 juta tahun 2045, dan sekarang permasalahannya bukan pertumbuhannya tapi berasal dari mana pertumbuhan itu,” lanjut dia.
Dadan juga menyoroti masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat yang berdampak pada akses gizi anak.
“Jadi, anak-anak Indonesia itu, dewasa ini banyak lahir dari orangtua yang pendidikannya hanya lulusan SD. Sehingga tidak heran kalau 60 persen anak tidak punya akses terhadap makan bergizi seimbang, 60 persen anak itu jarang minum susu bahkan tidak mampu minum susu,” tambahnya.
Baca Juga: Alasan Negara Tolak Tawaran Utang IMF Diungkap Purbaya
Serap Anggaran Rp 60 Triliun dan Dorong Ekonomi Daerah
Selain dampak kesehatan dan pendidikan, program MBG juga dinilai memberikan efek ekonomi yang signifikan di berbagai daerah.
Dadan menyebut program ini telah menjangkau seluruh wilayah Indonesia melalui puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Alhamdulillah sekarang sudah menyebar di seluruh Indonesia, dan hari ini sudah menyerap anggaran Rp 60 triliun di mana anggaran itu seluruhnya sudah tersebar dari Sabang sampai Merauke menggerakkan roda ekonomi di berbagai daerah,” imbuh Dadan.
Ia menegaskan, distribusi anggaran tersebut turut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal hingga ke tingkat desa, seiring dengan perluasan implementasi program MBG di seluruh Indonesia.
