Trump Perkuat Logistik Militer di Tengah Gencatan, Siap Lanjutkan Perang Iran?
Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat memanfaatkan periode gencatan senjata dengan Iran untuk mengisi kembali persediaan senjata militernya. Ia juga menilai Iran kemungkinan melakukan langkah serupa, termasuk memindahkan rudal sebagai bagian dari persiapan militer.
Dalam wawancara dengan CNBC, Trump menyatakan dirinya siap melanjutkan serangan apabila upaya mencapai kesepakatan damai tidak berhasil.
Dilansir dari CNBC, Trump mengatakan bahwa ia “siap untuk bertindak” dalam melanjutkan serangan jika prospek kesepakatan yang ditandatangani gagal terwujud, sementara juga menyatakan keyakinan bahwa kedua pihak pada akhirnya akan mencapai “kesepakatan besar”, yang sebelumnya ia katakan akan melampaui Rencana Aksi Komprehensif Bersama tahun 2015.
Baca Juga : Irak Diam-diam Terlibat Perang dengan Serang Arab Saudi
Ia juga mengklaim bahwa kapal kargo berbendera Iran bernama TOUSKA yang disita oleh militer AS pada Minggu lalu membawa muatan yang disebutnya sebagai “hadiah dari China.”
Penyitaan dilakukan setelah kapal tersebut menolak mengikuti instruksi blokade laut dari pihak AS.
Komando Pusat AS atau United States Central Command (CENTCOM), memastikan kapal tersebut masih berada dalam pengawasan militer AS. Hingga kini, pihak China belum memberikan tanggapan resmi atas klaim tersebut.
Gencatan Senjata Berpotensi Berakhir Jika Kesepakatan Gagal
Trump juga menyinggung kemungkinan kerjasama keuangan dengan Uni Emirat Arab, termasuk rencana pertukaran mata uang yang masih dalam tahap pertimbangan. Ia menyebut negara tersebut sebagai mitra yang baik bagi Amerika Serikat.
Gencatan senjata yang berlangsung selama dua minggu, dan dijadwalkan berakhir pada Rabu malam waktu Washington DC, disebut Trump telah dilanggar beberapa kali oleh Iran. Ia sebelumnya menyatakan peluang memperpanjang masa gencatan senjata sangat kecil jika kesepakatan baru tidak tercapai.
Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance, bersama utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner, dijadwalkan melakukan perjalanan ke Islamabad untuk melanjutkan putaran perundingan baru. Hingga kini, Iran belum memastikan partisipasinya dalam pembicaraan tersebut dan masih menuntut pencabutan blokade laut sebagai syarat utama.
Dalam unggahan terpisah di platform Truth Social, Trump juga menyinggung operasi militer sebelumnya terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.
Trump mengatakan dalam unggahan Truth Social terpisah bahwa serangan yang ia perintahkan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025, benar-benar menghancurkan lokasi Debu Nuklir, hingga Iran tidak dapat menjangkaunya atau menggalinya.
“Angkatan Luar Angkasa memiliki kamera di setiap inci dari 3 lokasi yang dihantam dengan sangat hebat Juni lalu!” katanya.
Selain itu, Trump juga menyoroti situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang menjadi pusat ketegangan antara kedua negara.
Dalam unggahan terbarunya, Trump menyatakan: “Iran tidak ingin Selat Hormuz ditutup, mereka ingin dibuka agar mereka dapat menghasilkan $500 Juta Dolar per hari (yang, oleh karena itu, adalah apa yang mereka rugikan jika ditutup!).”
“Mereka hanya mengatakan ingin ditutup karena saya telah sepenuhnya MEMBLOKIRNYA (MENUTUP!), jadi mereka hanya ingin ‘menyelamatkan muka’,” lanjutnya.
Trump menambahkan bahwa “empat hari yang lalu orang-orang mendekati saya, mengatakan, ‘Tuan, Iran ingin membuka Selat, segera.’”
“Tetapi jika kita melakukan itu, tidak akan pernah ada Kesepakatan dengan Iran, kecuali kita menghancurkan seluruh negara mereka, termasuk para pemimpinnya!”
Sementara itu, CENTCOM juga menegaskan kesiapan militernya melalui pernyataan resmi di media sosial.
Baca Juga : Xi Jinping Minta Blokade di Selat Hormuz Diakhiri!
Disertai klip video yang menampilkan pesawat tempur, kapal, dan pasukan AS, Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, tampil dalam konferensi pers bersama Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.
Pada konferensi tersebut, Cooper mengungkapkan bahwa sedang mempersenjatai kembali dan sedang melakukan penyesuaian, serta mengatur taktik, teknik hingga prosedur yang akan digunakan.
“Tidak ada militer di dunia yang menyesuaikan diri seperti kami, dan itulah yang sedang kami lakukan saat ini selama gencatan senjata,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran, yang seharusnya berakhir hari ini.

[…] Trump Perkuat Logistik Militer di Tengah Gencatan, Siap Lanjutkan Perang Iran? […]
[…] Trump Perkuat Logistik Militer di Tengah Gencatan, Siap Lanjutkan Perang Iran? […]