Iran Sampaikan Tawaran Gencatan Senjata Baru ke AS Melalui Pakistan
Iran dilaporkan mengajukan proposal gencatan senjata terbaru kepada Amerika Serikat melalui Pakistan sebagai mediator, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz.
Proposal tersebut bertujuan meredakan konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel, sekaligus membuka kembali jalur pelayaran strategis yang terdampak perang.
Baca Juga: Ini 3 Alasan Cole Tomas Allen Ingin Bunuh Trump, Breaking!
Iran ajukan syarat buka Selat Hormuz lebih dulu
Menurut laporan media AS, proposal yang disampaikan Teheran memprioritaskan pembukaan kembali Selat Hormuz serta pencabutan blokade laut oleh Amerika Serikat sebagai langkah awal.
Sumber yang dikutip menyebutkan bahwa Iran mengusulkan agar negosiasi nuklir dilakukan pada tahap berikutnya.
“Dengan negosiasi nuklir ditunda ke tahap selanjutnya,” ungkap sumber tersebut.
Selain itu, Iran juga mengajukan perpanjangan gencatan senjata dengan tujuan mengarah pada penghentian konflik secara permanen.
Proposal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat melakukan kunjungan ke Islamabad pada akhir pekan.
Dalam komunikasi dengan sejumlah negara mediator, Araghchi disebut menjelaskan bahwa belum ada kesepakatan internal di Iran terkait respons terhadap tuntutan Amerika Serikat.
AS masih pertimbangkan proposal Iran
Proposal itu telah diteruskan Pakistan kepada Gedung Putih, namun belum ada kepastian apakah Washington akan menerima syarat yang diajukan.
Presiden Donald Trump dilaporkan akan menggelar rapat bersama tim keamanan nasional untuk membahas langkah selanjutnya.
Di sisi lain, Amerika Serikat tetap bersikukuh pada tuntutannya agar Iran menghentikan pengayaan uranium dalam jangka panjang serta memindahkan cadangan uranium yang telah diperkaya.
Skema yang diajukan Iran dinilai berisiko bagi AS karena meminta pencabutan blokade laut sebelum isu nuklir diselesaikan.
Baca Juga: Perang Belum Memanas, Trump Batal Kirim Utusan ke Pakistan
Gedung Putih tegaskan posisi soal Iran
Juru bicara Gedung Putih Olivia Wales menegaskan bahwa pemerintah AS tidak akan membahas detail negosiasi secara terbuka.
“Ini adalah diskusi diplomatik yang sensitif dan AS tidak akan bernegosiasi melalui pers. Seperti yang telah dikatakan Presiden, Amerika Serikat memegang kendali dan hanya akan membuat kesepakatan yang mengutamakan rakyat Amerika, tidak pernah mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir,” papar Wales.
Proposal terbaru ini muncul di tengah kebuntuan diplomatik antara kedua negara, dengan gencatan senjata yang masih berlangsung namun dinilai rapuh dan penuh tekanan.
