Breaking! Ini 3 Alasan Cole Tomas Allen Ingin Bunuh Donald Trump
Seorang pria bernama Cole Tomas Allen (31), disebut sebagai terduga pelaku penembakan dalam acara White House Correspondents’ Dinner yang digelar di Washington Hilton, Washington, D.C..
Pria berusia 31 tahun tersebut diketahui berasal dari Torrance, California, wilayah pinggiran barat daya Los Angeles. Berdasarkan laporan CBS News, yang merupakan mitra BBC di Amerika Serikat, Allen bekerja sebagai tutor setelah menyelesaikan pendidikannya di California Institute of Technology.
Baca Juga : Purbaya Bebaskan Biaya Berobat untuk Golongan Warga Ini!
Pihak kepolisian menyebut Allen merupakan tamu yang menginap di hotel tempat acara berlangsung. Saat insiden terjadi, ia diketahui membawa sejumlah senjata, termasuk pistol dan pisau.
Setelah kejadian tersebut, Allen dilaporkan mengalami luka, dan saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. Ia diperkirakan akan menghadapi dakwaan resmi pada hari Senin setelah proses penyelidikan awal selesai.
1. Menciptakan Tragedi Nasional
Salah satu dugaan motif yang disampaikan otoritas adalah upaya menciptakan tragedi besar yang berpotensi mengguncang keamanan nasional.
United States Secret Service atau Dinas Rahasia AS menyatakan bahwa tersangka berhasil dihentikan dengan cepat sebelum menimbulkan dampak lebih luas.
“Malam ini, seorang pengecut mencoba menciptakan tragedi nasional. Dia meremehkan kemampuan perlindungan Dinas Rahasia AS, dan dihentikan pada kontak pertama,” demikian bunyi pernyataan dari Wakil Direktur Matthew Quinn, dilansir BBC.
“Kekuatan postur keamanan berlapis kami terbukti,” kata Quinn, yang mencatat bahwa masih ada “berbagai tindakan penanggulangan yang akan dilakukan”.
Dia menambahkan: “Bersyukur atas keberanian para pria dan wanita dari Dinas Rahasia dan mitra penegak hukum kami yang berharga.”
2. Menargetkan Trump dan Pejabat Pemerintah
Laporan dari CBS News menyebutkan, bahwa pelaku diduga secara khusus menargetkan pejabat yang memiliki keterkaitan dengan Presiden Donald Trump.
Mengutip dua sumber anonim, media tersebut melaporkan bahwa sedikitnya lima hingga delapan tembakan dilepaskan dalam insiden tersebut.
Trump kemudian dimintai tanggapan terkait dugaan motif di balik upaya penyerangan terhadap dirinya. Ia menyebut bahwa tokoh-tokoh besar kerap menjadi target karena pengaruh mereka.
“Saya benci mengatakan bahwa saya merasa terhormat akan hal itu,” katanya, menambahkan bahwa pemerintahannya telah melakukan banyak hal untuk negara ini tetapi beberapa orang tidak senang dengan hal itu.
Dalam pernyataannya, Trump juga menyinggung sejarah pembunuhan terhadap tokoh besar, termasuk Presiden Abraham Lincoln, sebagai contoh tokoh penting yang pernah menjadi sasaran.
3. Diduga Bertindak Sendirian
Motif lain yang disorot adalah kemungkinan bahwa pelaku menjalankan aksinya tanpa keterlibatan pihak lain.
Baca Juga : Rusia bakal Kirim 150 Juta Barel secara Bertahap ke RI!
Saat ditanya apakah tersangka merupakan pelaku tunggal, Trump menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan ditangani oleh aparat profesional.
“Kesan saya adalah dia adalah seorang pelaku tunggal yang gila,” kata Trump tentang tersangka.
“Mereka adalah orang-orang gila. Mereka adalah orang-orang gila, dan mereka harus ditangani.”
Pihak berwenang hingga kini masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah pelaku benar-benar bertindak sendiri atau memiliki jaringan tertentu.

[…] Breaking! Ini 3 Alasan Cole Tomas Allen Ingin Bunuh Donald Trump […]
[…] Breaking! Ini 3 Alasan Cole Tomas Allen Ingin Bunuh Donald Trump […]