BI dan Bank Sentral China Perkuat Rupiah lewat Kerja Sama Baru
Bank Indonesia (BI) dan People’s Bank of China (PBOC) menyepakati serangkaian langkah strategis untuk memperkuat kerja sama keuangan bilateral dalam pertemuan tingkat tinggi atau High Level Meeting (HLM) Joint Work Program yang digelar di Shanghai, China, pada 11 Juni 2026.
Pertemuan yang dihadiri Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur PBOC Pan Gongsheng tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan yang diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar, meningkatkan penggunaan mata uang lokal, hingga memperluas konektivitas sistem pembayaran lintas negara.
Dalam pertemuan itu, kedua bank sentral menegaskan komitmen untuk memperkuat ketahanan sektor keuangan masing-masing negara sekaligus mendukung stabilitas keuangan regional yang lebih luas.
Selain itu, BI dan PBOC juga menjajaki peningkatan Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA) serta memperkuat penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral Indonesia dan China.
Gubernur PBOC Pan Gongsheng menilai Indonesia dan China sebagai mitra strategis yang memiliki tanggung jawab bersama dalam memperdalam kerja sama ekonomi dan keuangan di kawasan.
Sementara itu, Perry Warjiyo menekankan pentingnya penguatan transaksi mata uang lokal, pengembangan infrastruktur keuangan, serta perluasan kerja sama antarbank sentral, termasuk rencana pembentukan Renminbi (RMB) Clearing Bank di Indonesia.
Baca Juga: RI Ditargetkan DEN Tak Impor Bensin Lagi Mulai 2028
Empat Kesepakatan Utama yang Dicapai
Dalam pertemuan tersebut, BI dan PBOC menyepakati empat hasil utama (key deliverables), yakni:
a. Penandatanganan MoU Local Currency Transaction (LCT)
BI, PBOC, dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Local Currency Transaction yang mencakup Indonesia dan Hong Kong.
Kerja sama ini ditujukan untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral, meningkatkan efisiensi transaksi, serta memperdalam integrasi pasar keuangan regional.
b. Pembentukan Renminbi Clearing Arrangement di Indonesia
BI dan PBOC juga menandatangani MoU mengenai pembentukan Renminbi Clearing Arrangement di Indonesia.
Langkah ini bertujuan mendukung pengembangan ekosistem RMB domestik melalui penyediaan likuiditas renminbi yang memadai untuk kegiatan perdagangan, investasi, dan aktivitas keuangan lainnya.
c. Peluncuran Pembayaran QR Lintas Batas Indonesia-China
Kedua negara resmi meluncurkan implementasi pembayaran QR lintas batas yang memungkinkan transaksi ritel dilakukan secara lebih cepat dan efisien.
Inisiatif tersebut didukung oleh kerangka Local Currency Transaction sehingga dapat memperkuat konektivitas ekonomi digital antara Indonesia dan China.
d. Bank Mandiri Bergabung dalam CIPS
Bank Mandiri resmi menjadi direct participant dalam Cross-border Interbank Payment System (CIPS).
Partisipasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses kliring dan penyelesaian transaksi Indonesia-China sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur pembayaran lintas batas.
Selain empat kesepakatan tersebut, BI dan PBOC juga menegaskan komitmen bersama untuk mendorong integrasi ekonomi dan keuangan melalui perluasan konektivitas sistem pembayaran serta pengembangan pasar keuangan yang lebih efisien, inklusif, dan tangguh.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan ketahanan sistem keuangan Indonesia dan China di tengah dinamika ekonomi global.
Baca Juga: Rahasia Jaga Kualitas BBM RI Diungkap Pertamina
