Benteng Angkatan Laut Kuno Iran Dekat Hormuz Ditemukan
Investigasi arkeologi di wilayah selatan Iran berhasil mengungkap bukti keberadaan pangkalan angkatan laut era Kekaisaran Parthia yang diperkirakan berusia sekitar 2.000 tahun di dekat Selat Hormuz.
Penemuan sisa-sisa benteng kuno tersebut semakin mempertegas peran historis Iran sejak masa lampau dalam mengamankan dan memantau salah satu jalur perdagangan maritim paling penting di dunia.
Dikutip dari Tehran Times, Jumat (5/6/2026), arkeolog dan penulis asal Provinsi Hormozgan, Hossein Hosseinzadeh-Shahabi, mengatakan penggalian dan studi lapangan terbaru di wilayah Minab berhasil menemukan sisa benteng dari era Parthia.
Baca Juga : Pimpinan Hamas Dibebaskan Israel usai 2 Tahun Ditahan
Benteng tersebut diduga berfungsi sebagai instalasi angkatan laut yang bertugas mengawasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Titik Temu Jalur Sutra Darat dan Maritim
Menurut Hosseinzadeh-Shahabi, penemuan ini membuka perspektif baru mengenai kontribusi besar Iran kuno dalam melindungi jalur perdagangan yang terhubung dengan Jalur Sutra.
Ia menjelaskan bahwa Jalur Sutra terdiri atas jalur darat dan maritim yang menghubungkan peradaban Timur dan Barat.
Jalur darat membentang dari China melintasi dataran tinggi Iran hingga menuju Mesopotamia, Anatolia, dan Kekaisaran Romawi.
Sementara itu, jalur perdagangan laut menghubungkan China dan India ke Teluk Persia sehingga barang dagangan dapat mencapai pasar-pasar di kawasan barat.
Sisa-sisa arkeologis tersebut ditemukan di kawasan Nakhl-e Ebrahimi di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
Para arkeolog juga mendokumentasikan teluk kuno bernama Kahur Langar-e Chini Creek yang membentang dari wilayah Tiyab di Minab menuju lokasi benteng.
Hosseinzadeh-Shahabi menjelaskan bahwa hasil penggalian, studi perbandingan, dan survei lapangan menunjukkan benteng itu memiliki fungsi yang lebih besar daripada sekadar kawasan permukiman biasa.
“Lokasi tersebut berfungsi sebagai pangkalan angkatan laut strategis yang digunakan untuk melengkapi dan mengirimkan armada Iran ke Selat Hormuz,” katanya.
Para peneliti meyakini fasilitas tersebut dibangun untuk memantau jalur maritim dan mengawasi kapal-kapal dagang yang melintasi Jalur Sutra Maritim.
Kapal-kapal tersebut diketahui mengangkut berbagai komoditas dari pusat produksi utama di Asia, khususnya China dan India, menuju pasar di wilayah barat.
Bukti Kepekaan Geopolitik
Hosseinzadeh-Shahabi menilai temuan itu menunjukkan bahwa otoritas Iran telah memahami pentingnya posisi geopolitik dan ekonomi Selat Hormuz sejak hampir dua ribu tahun lalu.
Iran kuno disebut telah membangun infrastruktur untuk mempertahankan pengawasan atas koridor perdagangan strategis tersebut.
Baca Juga : Jelang Piala Dunia, Wali Kota di Meksiko Tewas Tertembak
Ia juga mencatat bahwa Kekaisaran Romawi kala itu berupaya memperoleh akses langsung terhadap sutra, rempah-rempah, dan batu mulia dari timur tanpa harus bergantung pada jalur yang melewati wilayah Iran.
Dalam konteks tersebut, pembangunan fasilitas angkatan laut dan pengawasan jalur perairan strategis menjadi bagian dari kebijakan Iran untuk melindungi kepentingan ekonomi dan mempertahankan posisinya dalam perdagangan internasional.
Penemuan di Minab menambah daftar bukti mengenai sejarah maritim dan aktivitas perdagangan Iran selama periode Parthia yang berlangsung pada 247 SM hingga 224 M.
Temuan ini juga memberikan gambaran lebih mendalam mengenai pentingnya Selat Hormuz dalam sejarah perdagangan dunia.
Hingga kini, Selat Hormuz masih menjadi salah satu jalur pelayaran paling strategis karena menghubungkan Teluk Persia dengan jalur perdagangan global.
