9 Fakta Insiden Penembakan AS yang Paksa Trump Dievakuasi
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama Wakil Presiden JD Vance, harus segera diamankan setelah insiden penembakan terjadi dalam acara White House Correspondents’ Dinner di Washington, D.C..
Berdasarkan laporan dari CNN, BBC, dan Agence France-Presse, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (25/4/2026) waktu setempat di Washington Hilton. Sejumlah pejabat kabinet yang menghadiri acara tersebut turut dievakuasi demi keamanan.
Berikut sembilan fakta penting terkait insiden tersebut:
1. Trump dan Pejabat Dilaporkan Selamat
Sumber yang berbicara kepada CNN menyebutkan bahwa Trump berada dalam kondisi aman setelah insiden terjadi. Pejabat administrasi juga memastikan anggota kabinet tidak mengalami cedera serius.
Baca Juga : Trump Melunak, Iran Diminta Langsung Hubungi AS!
Petugas Secret Service sempat berteriak memberi peringatan tentang adanya penembakan. Melalui radio komunikasi, petugas kemudian menyampaikan bahwa pelaku telah berhasil diamankan.
2. Pelaku Penembakan Berhasil Diamankan
Trump menyampaikan bahwa pelaku telah ditangkap melalui unggahannya di Truth Social.
“Saya telah merekomendasikan agar kita ‘BIARKAN ACARA BERLANJUT’ tetapi, akan sepenuhnya mengikuti arahan Penegak Hukum,” ujar Trump.
Juru bicara Dinas Rahasia AS, Anthony Guglielmi, juga mengonfirmasi bahwa satu orang telah diamankan meski identitasnya belum langsung dipublikasikan.
“Presiden dan Ibu Negara aman bersama semua orang yang dilindungi. Satu orang ditahan. Kondisi mereka yang terlibat belum diketahui, dan penegak hukum secara aktif menilai situasi tersebut,” ujarnya.
3. Anggota Secret Service Sempat Tertembak
Dalam kejadian tersebut, seorang petugas Secret Service dilaporkan terkena tembakan. Peluru mengenai perlengkapan pelindung sehingga dampak luka tidak fatal.
Petugas tersebut segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis dan diperkirakan akan pulih.
4. Identitas Pelaku Terungkap
Tersangka penembakan diketahui bernama Cole Tomas Allen, pria berusia 31 tahun yang berasal dari California.
Trump juga mengunggah foto tersangka saat diamankan, yang memperlihatkan Allen ditahan oleh aparat di lantai lokasi acara.
5. Trump Sebut Jabatan Presiden Penuh Risiko
Setelah dievakuasi, Trump muncul dalam konferensi pers di Gedung Putih dan menyampaikan bahwa jabatan presiden memiliki risiko tinggi.
“Dengar, saya di sini untuk melakukan pekerjaan. Itu bagian dari pekerjaan. Ini berbahaya, saya tidak bisa membayangkan ada profesi yang lebih berbahaya. Tapi saya mencintai negara ini, dan saya sangat bangga. Saya sangat bangga dengan pekerjaan yang telah kami lakukan,” ucap Trump.
Trump juga menilai pelaku kemungkinan bertindak sendiri.
“Mereka tampaknya berpikir dia adalah serigala tunggal. Dan saya juga merasakan hal itu,” ucapnya.
6. Pelaku Diduga Menginap di Hotel
Kepala Kepolisian Metropolitan sementara, Jeffery Carroll, menyebut bahwa tersangka diyakini merupakan tamu di hotel tempat acara berlangsung.
“Informasi awal. Kami yakin dia adalah tamu di hotel ini,” katanya.
Polisi telah mengamankan satu kamar yang diduga digunakan pelaku untuk penyelidikan lanjutan.
“Kami telah mengamankan sebuah kamar di hotel ini, dan sekali lagi, kami akan melalui prosedur yang sesuai untuk menentukan apa yang ada di dalamnya,” ujarnya.
7. Latar Belakang Pelaku Terungkap
Allen diketahui bekerja sebagai guru sekaligus pengembang gim video dan berdomisili di wilayah pinggiran Los Angeles, tepatnya di Torrance.
Profil profesionalnya menunjukkan ia pernah menjadi guru paruh waktu di C2 Education. Ia juga disebut pernah menempuh pendidikan di California Institute of Technology dan melanjutkan studi di California State University-Dominguez Hills.
Saat masih mahasiswa, ia pernah mengembangkan prototipe rem darurat untuk kursi roda yang sempat diliput media lokal.
8. Pelaku Diduga Menargetkan Staf Administrasi
Pelaksana Tugas Jaksa Agung, Todd Blanche, menyebutkan bahwa pelaku diduga memiliki target tertentu terhadap anggota pemerintahan Trump.
“Tampaknya tersangka menargetkan anggota administrasi. Kami belum memiliki detail spesifik tentang anggota administrasi tertentu, kecuali bahwa kami memahami bahwa itu adalah tujuan dan targetnya,” katanya.
Baca Juga : Purbaya Terbitkan Aturan Piutang Baru, Aset Bisa Disita Tanpa Izin
Pernyataan tersebut muncul setelah aparat melakukan sejumlah penggeledahan untuk mengumpulkan bukti tambahan.
9. Pelaku Disebut Menulis Manifesto Anti-Kristen
Trump juga menyampaikan bahwa tersangka diduga menulis manifesto yang berisi kebencian terhadap umat Kristen.
“Orang itu orang sakit. Ketika Anda membaca manifestonya, dia membenci orang Kristen,” kata Trump kepada Fox News.
Ia menambahkan bahwa keluarga pelaku sebelumnya telah menyampaikan kekhawatiran terhadap perilaku tersangka.
“Saudara perempuannya atau saudara laki-lakinya sebenarnya mengeluh tentang itu. Anda tahu, mereka bahkan mengeluh kepada penegak hukum. Dia orang yang sangat bermasalah,” katanya.
