Selamat dari Penembakan, Trump Disebut Makin Merasa Superior
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tampil di podium Gedung Putih pada Sabtu (25/4/2026) malam, kurang dari satu jam setelah percobaan penembakan terhadap dirinya berhasil digagalkan.
Dengan mengenakan jas tuksedo, Trump memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menegaskan narasi tentang kepemimpinannya yang dinilai berdampak besar. Ia menyebut dirinya menjadi sasaran karena pengaruh dari kebijakan dan kepemimpinannya.
“Ketika Anda berdampak, mereka akan mengejar Anda,” kata Trump kepada para jurnalis papan atas di Washington, seperti dikutip Reuters. Ia menambahkan, “Ketika Anda tidak berdampak, mereka akan membiarkan Anda.”
Baca Juga : Prabowo Lantik Dudung Abdurachman Jadi Kepala KSP!
Kepanikan sempat terjadi di lokasi acara yang dihadiri sekitar 2.600 tamu, ketika seorang pria bersenjata mencoba menerobos pengamanan di luar ruangan. Aparat keamanan langsung mengevakuasi Trump serta pejabat lain, sementara sejumlah tamu dilaporkan berlindung dengan menjatuhkan diri ke lantai.
Trump juga memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali mendorong rencana pembangunan ballroom baru di Gedung Putih. Ia menilai fasilitas tersebut akan memberikan tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan lokasi yang digunakan saat ini.
“Kita membutuhkan ballroom itu. Itulah mengapa Secret Service, itulah mengapa militer menuntutnya,” ujarnya tanpa memberikan bukti.
Insiden Keamanan Sebelumnya Jadi Modal Politik
Peristiwa ini bukan kali pertama Trump menghadapi ancaman keamanan. Pada Juli 2024, ia sempat mengalami luka di bagian telinga akibat tembakan saat kampanye di wilayah Pennsylvania.
Saat itu, sikapnya yang tetap tegas dengan teriakan “Lawan! Lawan! Lawan!” menjadi simbol kuat dalam strategi kampanyenya.
Upaya ancaman lainnya terjadi pada September 2024, ketika seorang pria bersenjata ditangkap di sekitar lapangan golf milik Trump di wilayah Florida.
Seorang pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya menyatakan, “Tidak ada yang bisa mengubah bahaya menjadi aset politik lebih baik daripada presiden ini.”
Dalam insiden terbaru, pelaku dilaporkan berasal dari California. Ia diketahui membawa sejumlah senjata, termasuk senapan, pistol, dan pisau, serta menyebarkan manifesto yang menunjukkan niat menyerang Trump dan pejabat pemerintah lainnya.
Trump Kaitkan Insiden dengan Kebijakan Pemerintahannya
Dalam pernyataan lanjutan, Trump mengajak masyarakat Amerika untuk menjaga stabilitas dan menyelesaikan perbedaan secara damai.
“Mengingat peristiwa malam ini, saya meminta semua warga Amerika untuk kembali berkomitmen dengan hati dan menyelesaikan perbedaan kita secara damai,” ujarnya.
Namun tak lama kemudian, ia kembali menyoroti dampak dari kebijakan yang dijalankan pemerintahannya.
“Kami telah mengubah negara ini, dan ada banyak orang yang tidak senang dengan itu,” katanya.
Trump bahkan membandingkan dirinya dengan Presiden AS terdahulu, Abraham Lincoln, serta menyebut sejumlah kebijakan, seperti peningkatan tarif impor dan anggaran militer, sebagai faktor yang membuat dirinya menjadi target ancaman.
Baca Juga : Bahlil Temui Prabowo, Ini Update Stok BBM di Indonesia
Ia juga kembali menegaskan rencana pembangunan ballroom senilai sekitar 400 juta dolar AS atau setara Rp 68 triliun. Fasilitas tersebut diklaim akan dilengkapi dengan bunker keamanan, atap tahan drone, serta kaca anti peluru.
Pada Minggu (26/4/2026) pagi, Trump kembali menulis di media sosial bahwa insiden tersebut diyakini tidak akan terjadi apabila ballroom baru sudah selesai dibangun.
Selain itu, ia berharap kejadian tersebut dapat mendorong dukungan dari lawan politik untuk menyetujui kebijakan keamanan tambahan, serta pendanaan bagi Departemen Keamanan Dalam Negeri.
Trump juga mengaitkan percobaan pembunuhan tersebut dengan keberhasilan kebijakan luar negeri pemerintahannya, termasuk dalam isu yang melibatkan Venezuela dan Iran. Menurutnya, ancaman yang terjadi menjadi bukti bahwa kebijakan yang dijalankan memiliki dampak besar.

[…] Selamat dari Penembakan, Trump Disebut Makin Merasa Superior […]