Iran Klaim Serang Kapal AS, Hormuz di Ambang Konflik
Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat, setelah Iran mengklaim telah menembakkan rudal ke arah kapal perang Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Media semi-pemerintah Fars News Agency melaporkan dua rudal disebut menghantam kapal tersebut di dekat pelabuhan Jask, yang merupakan jalur strategis perdagangan global.
Angkatan laut Iran menyatakan bahwa tindakan itu dilakukan untuk mencegah kapal perang yang mereka sebut sebagai “Amerika-Zionis” agar tidak memasuki wilayah Selat Hormuz. Langkah tersebut diklaim sebagai respons atas aktivitas militer AS yang dianggap melanggar batas kedaulatan mereka.
Baca Juga : UEA Diserang, Iran Bantah Tuduhan Lakukan Serangan
“Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata asing, terutama Angkatan Darat AS yang agresif, akan diserang jika mereka berniat mendekati dan memasuki Selat Hormuz,” tegas Ali Abdollahi, kepala komando terpadu pasukan Iran.
Ia juga menegaskan bahwa kendali keamanan di Selat Hormuz sepenuhnya berada di tangan Iran, termasuk pengaturan jalur pelayaran internasional.
“Kami telah berkali-kali mengatakan bahwa keamanan Selat Hormuz ada di tangan kami dan bahwa jalan aman bagi kapal-kapal perlu dikoordinasikan dengan angkatan bersenjata,” kata Ali Abdollahi dalam pernyataan resminya.
AS Bantah Serangan, Tegaskan Kondisi Terkendali
Menanggapi klaim tersebut, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) segera membantah adanya serangan yang mengenai kapal Angkatan Laut AS. Seorang pejabat senior AS juga menegaskan bahwa laporan tersebut tidak benar, meskipun situasi keamanan di kawasan Teluk disebut masih sangat tegang.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk mengawal kapal-kapal yang terjebak di kawasan Teluk akibat konflik berkepanjangan antara AS-Israel dan Iran. Banyak kapal komersial dilaporkan tidak dapat bergerak karena dampak blokade.
“Kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal mereka dengan aman keluar dari perairan terbatas ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka,” tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social.
Rencana tersebut muncul karena banyak awak kapal mulai kekurangan logistik, termasuk makanan, akibat terhambatnya distribusi selama blokade berlangsung. Iran sendiri dilaporkan telah membatasi sebagian besar jalur pengiriman di kawasan Teluk, yang berdampak pada terganggunya sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan memicu lonjakan harga hingga 50%.
Baca Juga : Purbaya Batasi Restitusi Pajak Rp 1 Miliar, Sektor Batu Bara Jadi Sorotan
CENTCOM menyatakan dukungan penuh terhadap operasi pengawalan ini dengan mengerahkan sekitar 15.000 personel militer serta lebih dari 100 pesawat tempur dan kapal perang. Brad Cooper selaku komandan CENTCOM menekankan pentingnya misi tersebut bagi stabilitas global.
“Dukungan kami untuk misi pertahanan ini sangat penting bagi keamanan regional dan ekonomi global karena kami juga mempertahankan blokade angkatan laut,” kata Laksamana Brad Cooper dalam sebuah pernyataan.

[…] Iran Klaim Serang Kapal AS, Hormuz di Ambang Konflik […]