Trump Hentikan Operasi Militer, Ada Kesepakatan Iran?
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan penghentian sementara operasi militer pengawalan kapal di Selat Hormuz pada Selasa waktu setempat.
Keputusan ini diambil hanya sehari setelah ia meluncurkan “Project Freedom (Proyek Kebebasan)”, yang disebut sebagai upaya membantu kapal-kapal keluar dari jalur strategis tersebut di tengah blokade Iran akibat konflik dengan AS dan Israel.
Baca Juga : 5 Warga Tewas, Iran Tuduh AS Lakukan Serangan ke Kapal Sipil
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Truth Social miliknya. Trump menyebut langkah itu diambil setelah adanya permintaan dari Pakistan dan sejumlah negara lain, serta karena adanya perkembangan signifikan menuju kesepakatan dengan Teheran.
“Kami telah sepakat bahwa, meskipun blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Proyek Kebebasan… akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah Perjanjian tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani,” kata Trump, dimuat AFP, Rabu (6/5/2026).
AS Klaim Operasi Militer Telah Selesai
Pernyataan Trump ini muncul setelah Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyampaikan bahwa operasi militer ofensif terhadap Iran yang diberi nama “Operasi Epic Fury” telah berakhir.
“Operasi telah berakhir — Epic Fury — seperti yang diberitahukan Presiden kepada Kongres. Kita sudah selesai dengan tahap itu,” kata Rubio kepada wartawan di Gedung Putih.
Ia menegaskan bahwa ketegangan di Selat Hormuz tidak termasuk dalam fase perang awal yang dilancarkan AS.
“Bentrokan di Selat Hormuz bukanlah bagian dari perang awal,” tegasnya.
“Ini bukan operasi ofensif; ini adalah operasi defensif,” tambah Rubio lagi.
“Dan artinya sangat sederhana — tidak ada tembakan kecuali kita ditembak terlebih dahulu.”
Konflik AS-Iran dan Upaya Gencatan Senjata
Konflik antara Israel dan Amerika Serikat dengan Iran dimulai pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Ayatollah Ali Khamenei serta merusak sejumlah fasilitas militer dan ekonomi penting Iran.
Meski begitu, serangan tersebut tidak berhasil menjatuhkan pemerintahan Republik Islam Iran. Teheran kemudian membalas melalui serangan rudal dan drone yang menyasar berbagai kepentingan AS dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga : Tegaskan Negosiasi Alami Kemajuan, Iran Ingatkan AS
Pada 8 April, Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran. Kesepakatan tersebut kemudian diperpanjang, meskipun proses negosiasi masih menghadapi kebuntuan.
Rubio sebelumnya juga mengklaim bahwa AS telah mencapai tujuan dari operasi militernya.
“Orang-orang ini menghadapi, mereka menghadapi kehancuran nyata dan dahsyat bagi ekonomi mereka,” katanya, sambil menambahkan bahwa Trump masih lebih mengedepankan penyelesaian melalui jalur diplomasi.

[…] Trump Hentikan Operasi Militer, Ada Kesepakatan Iran? […]
[…] Baca Juga: Operasi Militer Dihentikan AS, Ada Kesepakatan Iran? […]