Iran Minta AS Tak Terprovokasi, Tegaskan Negosiasi Damai Alami Kemajuan
Di tengah kemajuan pembicaraan damai, Iran meminta Amerika Serikat (AS) untuk tidak terpengaruh oleh pihak lain yang dinilai dapat memperkeruh situasi, Selasa (5/5/2026).
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, perkembangan negosiasi terjadi berkat peran mediasi sejumlah pihak, termasuk Pakistan.
“Karena pembicaraan mengalami kemajuan berkat upaya baik Pakistan, AS harus waspada agar tidak terseret kembali ke dalam rawa oleh pihak-pihak yang berniat buruk. Begitu pula UEA,” kata Araghchi.
Baca Juga: Iran Diancam Trump “Lenyap”, Masyarakat AS Makin Murka
Ia juga menegaskan bahwa konflik yang tengah berlangsung tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan militer.
“Peristiwa di Hormuz memperjelas bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis politik,” ujarnya.
Araghchi turut menolak rencana militer AS yang diberi nama “Proyek Kebebasan” dan menyebutnya sebagai “Proyek Kebuntuan”.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan misi angkatan laut tersebut untuk membuka jalur Selat Hormuz dengan mengawal kapal-kapal komersial yang melintas.
Iran nilai AS ancam stabilitas Hormuz
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menilai langkah AS dan sekutunya justru mengancam stabilitas kawasan, khususnya jalur strategis energi global di Selat Hormuz.
“Penyamaan baru Selat Hormuz sedang dalam proses penyelesaian,” kata Ghalibaf.
Ia menambahkan bahwa kondisi saat ini dinilai tidak akan menguntungkan bagi Amerika Serikat dalam jangka panjang.
“Kami sangat menyadari kelanjutan dari keadaan saat ini tidak dapat ditoleransi bagi Amerika; padahal kami bahkan belum memulai apa pun,” lanjutnya.
Ghalibaf juga menyinggung keberadaan militer AS di kawasan yang dinilai memperkeruh situasi.
“Kehadiran jahat mereka (AS) akan berkurang,” ujarnya.
Baca Juga: China Masih Jadi Pemasok Utama, Impor Plastik RI Naik
Diketahui, Washington telah memberlakukan blokade terhadap pelabuhan dan jalur pelayaran Iran sejak 13 April 2026, yang turut memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

[…] Iran Minta AS Tak Terprovokasi, Tegaskan Negosiasi Damai Alami Kemajuan […]