AS Serang Iran Lagi, Rubio Pastikan Jalur Damai Masih Terbuka
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio buka suara usai serangan terbaru Washington terhadap Iran yang kembali memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Rubio menegaskan peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran masih terbuka meskipun serangan terbaru tersebut menimbulkan keraguan terhadap keberlangsungan gencatan senjata yang selama ini berjalan rapuh.
“Ada beberapa pembicaraan yang berlangsung di Qatar hari ini, jadi kita akan lihat apakah kita dapat membuat kemajuan. Saya pikir ada banyak pembicaraan bolak-balik tentang bahasa spesifik dalam dokumen awal, jadi akan memakan waktu beberapa hari,” kata Rubio kepada wartawan di Jaipur saat kunjungannya ke India, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga: Astronot China Dikirim untuk Persiapan Misi Bulan, Perang Minggir
Menurut Rubio, Presiden Donald Trump masih menginginkan penyelesaian damai dalam konflik dengan Iran.
“Presiden telah menyatakan keinginannya untuk mewujudkannya. Dia akan membuat kesepakatan yang baik atau tidak sama sekali,” ujarnya.
Serangan udara terbaru AS terjadi ketika para negosiator utama Iran tiba di Doha, Qatar, untuk mengikuti putaran terbaru pembicaraan AS-Iran terkait upaya penghentian konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Perang antara kedua negara sebelumnya mengguncang kawasan Timur Tengah dan menyebabkan blokade di Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi dunia.
AS Tegaskan Selat Hormuz Harus Tetap Dibuka
Dalam kesempatan yang sama, Rubio menegaskan Selat Hormuz harus tetap dibuka dan tidak boleh dijadikan alat tekanan geopolitik.
“Selat itu akan dibuka dengan satu atau lain cara, jadi selat itu harus dibuka. Apa yang terjadi di sana melanggar hukum, ilegal, tidak berkelanjutan bagi dunia, dan tidak dapat diterima,” katanya.
Sebelumnya, jet tempur AS dilaporkan menyerang kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.
Media Iran melaporkan ledakan terdengar di dekat pelabuhan Bandar Abbas pada Senin waktu setempat.
Menurut laporan media Iran SNN, serangan terhadap kapal-kapal Iran terjadi di selatan Pulau Larak yang berada di kawasan tersempit Selat Hormuz.
Wilayah tersebut masih berada di bawah blokade ganda antara AS dan Iran.
Setidaknya tiga pelaut Iran dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.
Baca Juga: Iran Resmi Diserang AS, Selat Hormuz Memanas
Selain itu, serangkaian ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas yang menjadi lokasi pangkalan angkatan laut Iran.
Meski demikian, Pentagon hingga kini belum memberikan konfirmasi resmi terkait serangan tersebut.
Sebelumnya, militer AS sempat memperingatkan akan melakukan intervensi jika Iran terus menyerang kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
