AS, India, Jepang, dan Australia Aktifkan Lagi Aliansi Quad, China Mulai Waspada
Empat negara anggota aliansi Quadrilateral Security Dialogue (Quad), yakni Amerika Serikat, India, Australia, dan Jepang, resmi mengumumkan kerja sama baru di sektor keamanan maritim dan pasokan mineral kritis, Selasa (26/5/2026).
Langkah tersebut menandai kembali aktifnya forum kerja sama empat negara yang selama ini dipandang dengan penuh kecurigaan oleh China.
Pertemuan tingkat tinggi digelar di New Delhi dan dihadiri langsung Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Forum itu berlangsung hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump berkunjung ke China dan memuji hubungan kedua negara sebagai poros “G2”.
Manuver Trump sebelumnya sempat memunculkan kekhawatiran di kalangan sekutu AS terkait kemungkinan perubahan arah diplomasi Washington terhadap Beijing.
Dalam pidatonya, Rubio menegaskan Quad terdiri dari negara-negara yang memiliki nilai demokrasi dan kepentingan strategis yang sama.
Baca Juga: Iran Diserang AS Lagi, Rubio Pastikan Jalur Damai Masih Terbuka
Gelontorkan Dana Rp 320 Triliun
Aliansi Quad sepakat memobilisasi dana gabungan pemerintah dan swasta senilai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp 320 triliun untuk memperkuat rantai pasok mineral kritis.
Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek strategis di negara anggota Quad, terutama dalam menghadapi dominasi China di sektor sumber daya mineral penting bagi industri teknologi modern.
Selain itu, Quad juga meluncurkan dua inisiatif baru di bidang keamanan maritim, yakni integrasi sistem pengawasan laut dan penyediaan informasi waktu nyata untuk keamanan jalur pelayaran komersial.
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan Quad kini turut membantu pembangunan infrastruktur pelabuhan di Fiji.
“Kami menyadari tanggung jawab kami untuk memberikan pilihan nyata bagi negara-negara kawasan, terutama di saat situasi strategis di wilayah kita sedang memburuk,” tegas Wong.
Quad juga menargetkan pembangunan jaringan kabel bawah laut untuk menghubungkan pulau-pulau di Pasifik Selatan sebelum akhir tahun ini.
China Tolak Pembentukan Blok Eksklusif
Menanggapi langkah Quad, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengkritik pembentukan kelompok yang dianggap bersifat eksklusif.
“Kami secara tegas tidak mendukung pembentukan kelompok-kelompok eksklusif ataupun konfrontasi antar-blok,” ujar Mao Ning di Beijing.
Di bawah kepemimpinan Trump, hubungan AS dengan sekutunya memang beberapa kali mengalami ketegangan, termasuk soal pembiayaan pertahanan dan dukungan terhadap konflik di Iran.
Rubio mengatakan Trump ingin kerja sama Quad lebih fokus pada hasil konkret dibanding sekadar pertemuan seremonial.
Baca Juga: Rudal Balistik Diluncurkan Korea Utara, Ketegangan Naik
Diwarnai Ketidaksepakatan terkait Perang Iran
Dalam pernyataan bersama, para menteri Quad juga menyampaikan kekhawatiran terhadap situasi di Laut China Selatan dan Laut China Timur.
Mereka menolak tindakan sepihak yang dianggap dapat mengganggu stabilitas kawasan, terutama terkait prinsip kebebasan navigasi yang selama ini menjadi fokus diplomasi AS menghadapi China.
Namun, strategi AS di Iran memunculkan perbedaan sikap di antara anggota Quad. Pemerintah Australia diketahui mendukung kekhawatiran AS terkait program nuklir Iran, tetapi menolak mengirim bantuan militer.
Sementara itu, Jepang dan India memiliki hubungan ekonomi serta diplomatik yang cukup baik dengan Iran, meski keduanya tetap mengikuti kebijakan embargo minyak yang diterapkan Washington.
