IRGC Klaim Serang Pangkalan Udara AS, Ketegangan Memanas
Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan telah menargetkan pangkalan udara milik Amerika Serikat dalam serangan terbaru pada Kamis (28/5/2026).
Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas operasi militer AS di wilayah selatan Iran, termasuk serangan di sekitar Bandara Bandar Abbas.
“Menyusul agresi pagi ini oleh militer AS yang menyerang terhadap lokasi di pinggiran Bandara Bandar Abbas menggunakan proyektil udara, pangkalan udara Amerika yang menjadi sumber serangan tersebut telah menjadi sasaran pada pukul 04:50 pagi (0120 GMT),” kata Garda Revolusi Iran, menurut laporan IRIB yang dikutip AFP.
Baca Juga : Program Magang Kemnaker akan Kembali Dibuka Juli 2026
Namun, IRGC tidak menjelaskan lokasi pasti pangkalan udara AS yang menjadi target serangan tersebut.
Kuwait Tanggapi Serangan Rudal dan Drone
Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, otoritas Kuwait mengonfirmasi pihaknya merespons serangan rudal dan drone pada Kamis pagi waktu setempat.
Militer Kuwait menyebut sistem pertahanan udara mereka langsung diaktifkan untuk menghadapi ancaman tersebut.
“Pertahanan udara Kuwait saat ini sedang menghadapi serangan rudal dan drone musuh,” tulis militer Kuwait melalui platform X.
Pernyataan itu muncul setelah AS kembali melancarkan serangan terhadap Iran beberapa waktu sebelumnya.
Iran Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Hormuz
Selain serangan terhadap pangkalan udara AS, otoritas Iran juga dilaporkan melepaskan tembakan peringatan kepada sejumlah kapal di Selat Hormuz.
Menurut laporan media yang berafiliasi dengan pemerintah Iran, empat kapal disebut mencoba memasuki Teluk Persia tanpa koordinasi dengan pasukan keamanan Iran yang bertugas menjaga kawasan selat tersebut.
“Empat kapal mencoba melewati Selat Hormuz dan memasuki Teluk Persia tanpa berkoordinasi dengan pasukan keamanan yang bertanggung jawab atas selat tersebut,” demikian laporan media Iran yang dikutip CNN International.
“Mereka telah diperingatkan, dan setelah mengabaikan peringatan tersebut, tembakan peringatan dilepaskan ke arah mereka, memaksa mereka untuk berbalik arah,” lanjut laporan tersebut.
Baca Juga : Trump Longgarkan Sikap soal Uranium, Tidak Harus Dibawa ke AS
IRGC Sebut Kapal Tanker AS Dipaksa Berbalik
Sementara itu, kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC melaporkan bahwa Angkatan Laut Garda Revolusi Iran juga menembakkan tembakan peringatan ke arah kapal tanker minyak Amerika.
Menurut laporan tersebut, kapal tanker AS akhirnya dipaksa berbalik arah setelah mendapat peringatan dari pasukan Iran.
Ketegangan di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir di tengah konflik antara Iran, AS, dan Israel yang belum menunjukkan tanda mereda.
